Bupati Bangka Tengah: SRG Butuh Proses

on .

Koba - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibnu Saleh mengatakan sistem resi gudang (SRG) yang akan diterapkan pemerintah provinsi untuk mendongkrak harga komoditas lada membutuhkan proses yang panjang. "Program SRG ini sangat bagus dan sifatnya jangka panjang, tidak begitu dibentuk langsung bisa mendongkrak harga lada, tetapi butuh proses untuk menuju ke arah itu," katanya di Koba, Selasa.

Menurut dia program SRG dimulai dengan menggencarkan sosialisasi dengan menjelaskan manfaat dan keuntungan yang didapat petani lada dengan sistem tersebut. "SRG ini bagian dari upaya mendongkrak harga lada dan petani juga harus benar-benar bisa mengubah paradigma mereka dan berpikir lebih jauh ke depan," katanya.

Ibnu menjelaskan, dengan SRG para petani lada bisa menyimpan komoditas lada mereka di gudang yang dikelola pemerintah dan bisa dilepas ke pasar apabila harganya sudah membaik. "Menitipkan lada dengan SRG tentu terjamin dan para petani memegang surat jaminan penitipan lada. Keuntungan lain yang bisa didapat, para petani bisa meminjam uang dengan jaminan surat berharga tersebut," katanya.

Selain SRG yang merupakan bagian upaya untuk mendongkrak harga lada, menurut bupati, pemerintah juga memiliki beberapa instrumen lain untuk mengembalikan kejayaan dan harga lada ke level tertinggi. "Kalau di Bangka Tengah disamping mengimplementasikan SRG, kami juga mendorong petani untuk meningkatkan produksi lada dengan memperbanyak menggunakan pupuk kompos dibanding pupuk kimia," katanya.

Kalau produksi lada sudah meningkat maka harga sudah tidak menjadi persoalan lagi sehingga anjloknya harga tidak begitu dirasakan petani. "Sekarang produksi lada petani baru rata-rata 0,6 ons per batang, tidak sampai 1 kilogram, sementara di Vietnam sudah mencapai 4 kilogram per batang. Maka ini harus ditingkatkan setidaknya mencapai 1 kilogram per batang," katanya.

 

Sumber (Antara News)