DISHUBKOMINFO Bangka Tengah Luncurkan Angkutan Kota

on .

Koba, Bangka Tengah, 24/1 (ANTARA) - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung pada 2011 berupaya meluncurkan pelayanan mobil angkutan kota dalam upaya menambah pendapatan asli daerah (PAD) setempat sekaligus penyediaan layanan transportasi bagi masyarakat setempat.

"Kami berencana pada 2011 dapat meluncurkan pelayanan angkutan kota (angkot) dalam upaya mendapatkan pemasukan daerah yakni pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Kepala Dishubkominfo Bangka Tengah, Ismet Ariyanto, di Koba, Senin.

Ia mengatakan, peluncurkan sepuluh angkot akan direalisasikan melalui anggaran pemerintah daerah setempat pada anggaran biaya tambahan (ABT) 2011.

"Pada ABT 2011 kami mengupayakan agar disetujui dana pengadaan sepuluh unit mobil angkot untuk memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat sekaligus sebagai salah satu sumber PAD Bangka Tengah," katanya.

Menurut dia, sebanyak sepuluh unit mobil angkutan kota (angkot) akan diujicobakan untuk beroperasi di dua kecamatan.

"Kami mengujicoba untuk meluncurkan lima unit mobil angkutan kota pada Kecamatan Koba dan lima unit mobil angkutan kota di Kecamatan Pangkalan Baru," katanya.

Ia menilai, dua kecamatan tersebut memiliki potensi yang cukup tinggi untuk penggunaan transportasi mobil angkot.

"Kecamatan Koba memiliki potensi untuk mendapatkan penumpang angkot mengingat Koba merupakan ibukota kecamatan Bangka Tengah dan Kecamatan Pangkalan Baru memang sudah memiliki pengguna angkutan kota yang selama ini dilayani dari angkutan kota Pangkalpinang," katanya.

Menurut dia, angkot yang akan dioperasikan pada dua kecamatan memiliki tipe mobil angkutan kota jenis Carry yang dapat mengangkut hingga 12 orang penumpang.

"Jenis mobil angkutan kota yang akan dioperasikan berjenis mobil tipe Carry seperti angot Pangkalpinang," katanya.

Ia mengatakan, apabila dari ujicoba pelayanan angkutan kota memiliki hasil yang tinggi maka ke depannya pihaknya akan melakukan penambahan armada.

"Kami juga berencana untuk menambah armada apabila dari sepuluh angkot mendapatkan respon positif yang tinggi dari masyarakat pengguna angkutan kota," katanya.

Rahmi, salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) Bangka Tengah asal Palembang menyambut baik rencana peluncuran mobil angkot di daerah itu.

"Di Koba kami kesulitan untuk bekerja sebab tidak ada angkutan umum yang melayani transportasi menuju komplek perkantoran bupati sehingga untuk bekerja terpaksa harus memiliki kendaraan sendiri," katanya yang menambahkan pada saat bulan pertama bekerja harus menumpang kendaraan milik teman sekantor.

Dukungan juga diperoleh dari Sularso, pekerja perkebunan asal Jawa, yang menyatakan kesulitan untuk berpergian ke sejumlah tempat seperti pasar dan rumah sakit karena tidak memiliki sepeda motor.

"Untuk berobat ke rumah sakit terkadang harus meminjam sepeda motor milik teman dan tetangga untuk itu kehadiran mobil angkot di Koba sangat membantu masyarakat terutama bagi kalangan masyarakat ekonomi lemah," katanya yang berharap realisasi peluncuran mobil angkot dapat segera terwujud.

(T.KR-KMN/B/A035/C/A035) 24-01-2011 14:09:38 NNNN

Bangka Tengah Bangun Pondok Wisata di Pulau

on .

Koba, Bangka Tengah, 25/1 (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada 2011 akan membangun dua unit pondok wisata di dua pulau terpencil untuk menyediakan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

"Dua pondok wisata yang masing-masing akan menelan anggaran Rp114 juta ini dibangun di Pulau Semujur dan Pulau Nangka berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bangka Tengah," ujar Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah, Robain Zul, di Koba, Selasa.

Menurut dia, pondok wisata tersebut nantinya juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan para nelayan yang sedang melaut, terutama saat menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang yang membahayakan keselamatannya.

"Pembangunannya akan segera direalisasikan dalam waktu dekat agar pondok wisata dapat difungsikan sesegera mungkin, sekaligus merealisir program kepariwisataan daerah yang potensinya cukup besar," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan dibangunnya pondok wisata diharapkan dapat menciptakan minat masyarakat lokal maupun pendatang untuk berwisata di dua pulau tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penduduk Pulau Semujur yang mayoritas suku Buton dan berprofesi sebagai nelayan, kurang lebih 400 jiwa. Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) menetap di Pulau tersebut.

Pada 2009 di Pulau Semujur telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sehingga suasana pulau pada malam hari tidak gelap gulita.

Keindahan panorama laut yang terpampang di hadapan pulau dan beragamnya aneka ikan laut menjadikan pulau ini sering menjadi tujuan wisata masyarakat lokal untuk menginap sembari memancing ikan bersama keluarga.

Kabupaten Bangka Tengah memiliki luas 2.155,77 kilometer atau 215.577 hektar dikelilingi oleh 12 pulau-pulau kecil dengan panjang garis pantai kurang lebih 195 kilometer.

Sebanyak 12 pulau terdiri dari Pulau Bebuar, Pulau Panjang, Pulau Panjang, Pulau Pelepas, Pulau Ketawai, Pulau Semujur, Pantai Keranji, Pantai Tanah Merah, Pantai Batu Belubang, Pantai Kedimpel, Pantai Penyak, Pantai Karang Jahe, Pantai Tanjung Langka dan Pantai Batu Beriga. (T.KR-KMN/B/M012/M012) 25-01-2011 16:48:37 NNNN