BUMDes Pelawan Diresmikan

on .

NAMANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pelawan, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) diharapkan menjadi langkah awal kesejahteraan masyarakat di desa tersebut, karena dengan dikelola BUMDes, berbagai potensi yang ada di desa dapat tergarap maksimal.


Bupati Bateng, Erzaldi Rosman, usai meresmikan BUMDes Pelawan berharap, BUMDes dapat lebih jeli dalam menggali dan mengembangkan potensi yang ada di desa untuk kesejahteraan masyarakat dan anggota BUMDes. “Jangan berharap gaji kalau BUMDes hanya berkembang dengan mengharapkan bantuan ADD (Alokasi Dana Desa). Para pengurus BUMDes ada gaji, kalau mereka mandiri. Jadi, kita minta mereka kreatif mencari sumber penghasilan. Kalau mereka berkembang, kita targetkan lagi akan terbentuk 3 BUMDes di setiap kecamatan. Silakan cari sesuai sumber penghasilan di desanya,” pesan Bupati seraya mengatakan jabatan Direktur BUMDes harus lulusan sarjana, namun tetap diberikan pembinaan.


Ia menargetkan, pada tahun 2014 ini setiap kecamatan akan ada dua BUMDes. Untuk itu, semua pengurus BUMDes diberikan pelatihan oleh pihaknya bagimana mengelola bisnis dengan tepat, baik dari sisi keuangan maupun dari sisi pengelolaan bisnis. “Semua pengurusnya sudah kita latih manajemen. Sekarang yang sudah aktif baru 6 BUMDes, dimana setiap kecamatan ada satu BUMDes yang sudah berjalan. Ini kita bina dulu,” tuturnya kepada wartawan.


Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Bateng, Desiwantara mengatakan, saat ini total BUMDes yang sudah terbentuk di seluruh Kabupaten Bateng sebanyak 42 BUMDes. Namun, yang sudah aktif beroperasi baru 6 BUMDes saja, dimana setiap kecamatan ada satu BUMDes. “Yang sudah aktif itu untuk Kecamatan Koba BUMDes di Desa Terentang, Kecamatan Lubuk Besar BUMDes di Desa Lubuk Pabrik, di Kecamatan Namang BUMDes Pelawan Desa Namang, di Kecamatan Pangkalan Baru BUMDes Air Mesu Timur dan BUMDes Tanjung Gunung dan di Kecamatan Sungai Selan BUMDes Tanjung Pura,” tuturnya.


Pembinaan yang dilakukan pihaknya terhadap BUMDes, disampaikan Desi sudah memasuki tahun kedua setelah BUMDes rata-rata dibentuk pada tahun 2013 lalu, rencananya dalam waktu dekat inipun, menurut Desi keenam BUMDes akan didampingi Konsultan agar dapat berjalan maksimal. “Ada 3 hal yang menjadi sasaran dari pembinaan yang diberikan konsultan, yakni manajemen keuangan, kemantapan organisasi dan peluang pengembangan,” tambahnya.

Camat Namang, Risaldi Adhari berharap, BUMDes dapat meningkatkan kesejahteraan warga Desa Namang. Karena melalui BUMDes sumber-sumber bisnis bisa dikelola secara profesional untuk menopang pendapatan desa. Sebab, selama ini ruang lingkup desa cukup terbatas untuk pengelolaan usaha yang bersifat bisnis.Sedangkan Kades Namang, Zaiwan mengaku bangga ,dengan telah terbentuknya BUMDes Pelawan. Menurutnya, BUMDes benar-benar akan difungsikan sebagai badan usaha desa yang mengelola semua potensi bisnis yang ada di Desa Namang. “Guna mendorong perkembangan BUMDes, saat ini pengelolaan untuk tiket parkir masuk Hutan Pelawan dikelola oleh BUMDes. Selain itu, pengelolaan karet desa pun dikelola BUMDes dan berbagai bidang jasa lainnya untuk wisata ke Hutan Pelawan. Untuk hasil panen dari Desa Namang ini juga seluruhnya dijual ke BUMDes. Nanti yang mau beli lewat BUMDes, tanpa terkecuali,” terangnya.

Raup Rp 8 Juta,

Sementara itu, Direktur BUMDes Pelawan, Giade Pratama, mapaparkan, BUMDes yang dipimpinnya tersebut dibentuk pada bulan Maret 2014 dengan bidang usaha wisata hutan pelawan, jasa dan produksi hasil karet. Selain itu, BUMDes Pelawan pun mengelola wisata kuda dan odong-odong. “Jumlah pengurus kita sekitar 23 orang. Dengan jumlah pengurus ini, kita yakin bisa mandiri. BUMdes Pelawan saat ini sudah berjalan aktif, termasuk pengelolaan keuangan yang dikelola secara profesional dengan bimbingan konsultan. Hal ini ditandai dengan adanya pendapatan yang sudah direalisasikan setiap bulannya yang berkisar Rp. 7 juta hingga Rp. 8 juta,” tuturnya. “Rencananya nanti, semua pengurus akan digaji kalau sudah berjalan maksimal. Tapi, untuk sekarang ini belum ada pengurus yang digaji,” tambahnya.


Ia menjelaskan, hasil yang diperoleh BUMDes ini setiap akhir tahun akan dibagi, yakni sebesar 30 % untuk ADD atau kas desa, 30 % dijadikan modal kembali, 20 % untukkesejahteraan pengurus BUMDes, serta masing-masing 10 % untuk sosial dan pendidikan.(ran/9)

 

Sumber (http://www.rakyatpos.com/bumdes-pelawan-diresmikan.html)