DISDIK Bangka Tengah Terima Hibah Rp3,6 M

on .

Koba, Bangka Tengah, 28/1 (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung pada Januari 2011 menerima dana hibah dari Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung sebesar Rp3,6 miliar.

Dana sebesar itu diperuntukkan sebagai insentif tenaga pengajar dan operasional kegiatan belajar mengajar sekolah daerah itu, ujar Kasi Pendidikan Non Formal Disdik Bangka Tengah, Zainal, di Koba, Jumat.

DISHUBKOMINFO Bangka Tengah Luncurkan Angkutan Kota

on .

Koba, Bangka Tengah, 24/1 (ANTARA) - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung pada 2011 berupaya meluncurkan pelayanan mobil angkutan kota dalam upaya menambah pendapatan asli daerah (PAD) setempat sekaligus penyediaan layanan transportasi bagi masyarakat setempat.

"Kami berencana pada 2011 dapat meluncurkan pelayanan angkutan kota (angkot) dalam upaya mendapatkan pemasukan daerah yakni pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Kepala Dishubkominfo Bangka Tengah, Ismet Ariyanto, di Koba, Senin.

Ia mengatakan, peluncurkan sepuluh angkot akan direalisasikan melalui anggaran pemerintah daerah setempat pada anggaran biaya tambahan (ABT) 2011.

"Pada ABT 2011 kami mengupayakan agar disetujui dana pengadaan sepuluh unit mobil angkot untuk memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat sekaligus sebagai salah satu sumber PAD Bangka Tengah," katanya.

Menurut dia, sebanyak sepuluh unit mobil angkutan kota (angkot) akan diujicobakan untuk beroperasi di dua kecamatan.

"Kami mengujicoba untuk meluncurkan lima unit mobil angkutan kota pada Kecamatan Koba dan lima unit mobil angkutan kota di Kecamatan Pangkalan Baru," katanya.

Ia menilai, dua kecamatan tersebut memiliki potensi yang cukup tinggi untuk penggunaan transportasi mobil angkot.

"Kecamatan Koba memiliki potensi untuk mendapatkan penumpang angkot mengingat Koba merupakan ibukota kecamatan Bangka Tengah dan Kecamatan Pangkalan Baru memang sudah memiliki pengguna angkutan kota yang selama ini dilayani dari angkutan kota Pangkalpinang," katanya.

Menurut dia, angkot yang akan dioperasikan pada dua kecamatan memiliki tipe mobil angkutan kota jenis Carry yang dapat mengangkut hingga 12 orang penumpang.

"Jenis mobil angkutan kota yang akan dioperasikan berjenis mobil tipe Carry seperti angot Pangkalpinang," katanya.

Ia mengatakan, apabila dari ujicoba pelayanan angkutan kota memiliki hasil yang tinggi maka ke depannya pihaknya akan melakukan penambahan armada.

"Kami juga berencana untuk menambah armada apabila dari sepuluh angkot mendapatkan respon positif yang tinggi dari masyarakat pengguna angkutan kota," katanya.

Rahmi, salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) Bangka Tengah asal Palembang menyambut baik rencana peluncuran mobil angkot di daerah itu.

"Di Koba kami kesulitan untuk bekerja sebab tidak ada angkutan umum yang melayani transportasi menuju komplek perkantoran bupati sehingga untuk bekerja terpaksa harus memiliki kendaraan sendiri," katanya yang menambahkan pada saat bulan pertama bekerja harus menumpang kendaraan milik teman sekantor.

Dukungan juga diperoleh dari Sularso, pekerja perkebunan asal Jawa, yang menyatakan kesulitan untuk berpergian ke sejumlah tempat seperti pasar dan rumah sakit karena tidak memiliki sepeda motor.

"Untuk berobat ke rumah sakit terkadang harus meminjam sepeda motor milik teman dan tetangga untuk itu kehadiran mobil angkot di Koba sangat membantu masyarakat terutama bagi kalangan masyarakat ekonomi lemah," katanya yang berharap realisasi peluncuran mobil angkot dapat segera terwujud.

(T.KR-KMN/B/A035/C/A035) 24-01-2011 14:09:38 NNNN