Home Berita Instansi dan Kementerian Bangka Tengah Dicanangkan Menuju Desa Bebas Pornografi

Bangka Tengah Dicanangkan Menuju Desa Bebas Pornografi

18
0
SHARE
Bangka Tengah Dicanangkan Menuju Desa Bebas Pornografi

Pangkalan Baru - Menggandeng organisasi internasional ECPAT Indonesia (End Child Prostitution, Child Pornografi and Trafficking of Children for Sexual Purpose), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA-RI) menggelar Workshop Desa/Kelurahan Bebas Pornografi di Hotel Santika, Bangka Tengah, Rabu (10/07/2019).

Melalui koordinasi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBPPPA) Bangka Tengah, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) mengundang 10 Kepala Desa perwakilan untuk mengikuti sosialisasi mengenai konsep Desa Bebas Pornografi ini. Kepala Desa yang terpilih diwajibkan mengajak serta aktivis PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat), aktivis Forum Anak, juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masing-masing. Hal ini karena konsep Desa Bebas Pornografi harus dipahami dan didukung oleh semua elemen masyarakat di masing-masing desa khususnya yang berkecimpung  dalam perlindungan dan kesejahteraan  anak.

Membawakan sambutan Bupati Bateng, Elly Irsyah, SH., selaku  Asisten I Bidang Pemerintahan dan  Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bateng  mengungkapkan bahwa Kabupaten Bangka Tengah sesungguhnya telah memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Terbukti pada tahun 2018, Bangka Tengah merupakan satu-satunya Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menyabet penghargaan KLA.

Elly juga mengutarakan  bahayanya  pornografi, "Sekali anak melihat pornografi, maka mengakibatkan seribu urat syaraf (sinap syaraf -red) anak putus dan untuk mengembalikannya membutuhkan waktu yang panjang, biaya dan pendampingan para ahli." ujarnya. Untuk itu dihimbau agar semua pihak berkomitmen melindungi anak dari pornografi demi mewujudkan anak-anak Bangka Tengah yang berkualitas dan tangguh.

 "Pornografi membuat generasi penerus kita menjadi generasi yang lemah, tidak berkualitas, dan berakhlak lemah sehingga nantinya bisa menjadi beban bagi pembangunan bangsa." tegasnya.

Kabupaten Bateng saat  ini dicanangkan sebagai calon Desa Bebas Pornografi bersama dengan 4 Kota/Kabupaten lain, yakni Makassar, Kupang, Agam, dan Kotawaringin. Sedangkan desa yang telah berhasil dicanangkan pada tahun 2018 yakni Desa Maluang, di Berau, Kalimantan Timur.

Acara dihadiri pula oleh perwakilan  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Bateng, perwakilan 10 Desa terpilih serta menghadirkan narasumber langsung dari Kementerian PPPA-RI juga ECPAT Indonesia.                    *(APJ/JPT/Foto:IRV)

 

 

Sumber : Diskominfosta Bateng