Home Berita Terkini Sertifikasi Tenaga Terampil, Pemkab Bateng Bangun Tenaga Kerja Handal

Sertifikasi Tenaga Terampil, Pemkab Bateng Bangun Tenaga Kerja Handal

39
0
SHARE
Sertifikasi Tenaga Terampil, Pemkab Bateng Bangun Tenaga Kerja Handal

Koba –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) menggelar acara Pelatihan Tenaga Terampil Bidang Konstruksi Tahun 2019 yang dilaksanakan di Gedung Diklat Kabupaten Bangka Tengah pada Kamis (04/04/2019). Bupati Bangka Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Pittor, MM, Kepala Dinas PUPRP, Hassan Basri, SH, ST, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang diwakili oleh Sigit Dwi Kuncoro, S.AP, ME sekaligus mewakili Kepala Dinas PU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi (LPJK) Bangka Tengah, Instruktur dan peserta Pelatihan Tenaga Terampil Bidang Konstruksi se-Bangka Tengah.

Acara pelatihan Tenaga Terampil Bidang Konstruksi Tahun 2019 ini dilaksanakan mulai 4 April s.d 5 April 2019 yang diikuti oleh 90 peserta. Mengingat pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah pada masa ini, acara ini dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan percepatan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. Serta meminimalisasi ketimpangan antar wilayah dan antar kelompok sosial. 

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Pittor, MM, menegaskan ketentuan tentang penggunaan tenaga kerja bersertifikat sebenarnya  sudah ada sejak UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Kontruksi, namun jumlah tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat masih sedikit dan kesadaran pelaku jasa konstruksi pun masih rendah untuk menggunakan maupun menyertifikasi tenaga kerja konstruksinya.

Hal ini ditunjukkan dengan data bahwa dari sekitar 7 juta tenaga kerja konstruksi di seluruh Indonesia, yang memiliki sertifikat hanya 10% atau lebih kurang 700.000 tenaga kerja.

“Dengan kondisi ini tentunya dibutuhkan tenaga kerja konstruksi yang handal, berkualitas dalam jumlah yang besar. Upaya sertifikasi merupakan jawaban untuk menciptakan tenaga kerja konstruksi yang handal dan berkualitas di Indonesia. Hal ini sejalan dengan UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi pasal 70 ayat 1 yang berbunyi setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja dibidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja,” tegas Pittor.

Ketentuan bersertifikat ini juga ditekankan dengan adanya kewajiban menggunakan tenaga kerja bersertifikat yang harus tertuang dalam kontrak kerja dan sanksi bagi pengguna atau penyedia jasa yang tidak memperkerjakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat. Adanya ketentuan dalam UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi memperlihatkan komitmen pemerintah menekankan pentingnya sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Tentunya, komitmen pemerintah tentang sertifikasi tersebut bukan hanya ditujukan sebagai syarat administrasi saja tetapi juga sebagai bukti kompetensi tenaga kerja dalam penyelengaraan jasa konstruksi.

Dijelaskan lebih lanjut, menurut Kepala Dinas PUPRP, Hassan Basri, SH, ST, upaya menyertifikasi tenaga kerja konstruksi tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah saja, perlu dukungan dari stakeholders konstruksi untuk mewujudkannya. Kerjasama antar para pemangku kepentingan jasa konstruksi diharapkan pelaksanaan amanah UU jasa konstruksi akan lebih optimal dan tujuan penyelenggaraan jasa konstruksi akan segera tercapai.

“Permasalahan yang ada tenaga terampil di Bangka Tengah ini belum memadai, dari 4.202 orang, yang telah tersertifikasi oleh DPUTRP sebanyak 107 orang saja. Tenaga terampil banyak berasal dari luar Bangka Tengah, diharapkan dengan adanya sertifikasi ini para tenaga terampil bisa bertransformasi atau beralih menjadi tenaga kerja terampil khususnya untuk pekerjaan yang ada di Bangka Tengah ini,” harap Hassan.       

Mengingat adanya masyarakat ASEAN, mengakibatkan persaingan yang tinggi mengenai kualitas tenaga kerja, persaingan terbuka dengan tenaga kerja dari negara lain akan terbuka lebar. Harapannya, dengan adanya sertifikasi tenaga terampil ini bisa menjadi bekal untuk melebarkan sayap ke negara lain juga seperti Jepang, Thailand dan negara lainnya, khususnya generasi muda yang masih berpeluang untuk mengembangkan kemampuan, keterampilan dan daya saing dengan tenaga kerja lain di luar Bangka Tengah ini.

Keuntungan menerima sertifikat ini, menurut Hassan, para tenaga terampil akan melaksanakan tugasnya sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Diharapkan SOP ini dilaksanakan sebagaimana mestinya, sehingga kemampuan dan kualitas diri tenaga terampil ini berada dijalurnya sesuai dengan prosedurnya.
 

Sumber : Diskominfosta Bangka Tengah