Home Berita Terkini DPRD Batang Pelajari Program Nirwasita Tantra Bangka Tengah

DPRD Batang Pelajari Program Nirwasita Tantra Bangka Tengah

22
0
SHARE
DPRD Batang Pelajari Program Nirwasita Tantra Bangka Tengah

Koba, - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung dalam rangka mempelajari program Nirwasita Tantra daerah tersebut.

"Kami memang beberapa kali meraih penghargaan Nirwasita Tantra, tentu ini hanya bentuk komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dalam mengelola dan memanfaatkan lingkungan menjadi berdaya guna," kata Asisten II Pemkab Bangka Tengah, Syarifullah Nizam di Koba, Selasa.

Program Nirwasita Tantra (Green Leadership) adalah penghargaan dari pemerintah yang diberikan kepada kepala daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Syarifullah Nizam pada Senin (5/8) berberdialog dengan anggota Komisi D DPRD Batang dalam rangka membahas isu lingkungan dan program narwasita tantra.

"Penghargaan tersebut menandakan sebuah komitmen yang kuat dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam menata lingkungan dengan menyusun dokumen indeks kualitas lingkungan hidup daerah." katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah memberikan kewenangan penangan kebersihan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mengelola sampah.

"Adapun inovasi yang telah dilakukan Kabupaten Bangka Tengah dalam nirwasita tantra yaitu pengolahan pupuk kompos balok, lahan bekas tambang," ujarnya.

Kemudian di darat, kata dia, mengembangkan usaha budi daya pertanian yaitu bawang merah, cabai dan nanas, kolong yaitu sumber air baku, wisata kolong biru dan tambak budidaya ikan serta lainnya.

"Dalam penanganan lingkungan sudah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sistem pelayanan persampahan dan bank sampah., lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian dan perkebunan, pemanfaatan kolong bekas tambang untuk budidaya ikan, kolong bekas tambang menjadi tempat wisata, kolong bekas tambang menjadi SPAM," ujarnya.

Ketua Komisi D Kabupaten Batang Tofani Dwi Arieyanto mengatakan, kedatangan mereka dalam rangka berbagi informasi dan program terutama dan isu lingkungan dalam meraih nirwasita tantra di Kabupaten Bangka Tengah.

"Diskusi ini diharapkan merupakan awal dari pencarian solusi untuk mengembalikan fungsi kawasan di daerah kami yang telah rusak akibat kegiatan penambangan maupun kegiatan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Batang sama-sama memiliki persoalan lingkungan akibat aktivitas eksplorasi masyarakat.

"Kami tertarik, Bangka Tengah merupakan kawasan pertambangan bijih timah dimana lingkungan banyak yang sudah rusak namun mampu meraih penghargaan nirwasita tantra," ujarnya.

 

 

Sumber : Antara News