Browse this website in:
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Hasil Evaluasi LAKIP Tahun 2012 Pemkab Bangka Tengah PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Friday, 29 March 2013 21:31

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Kabupaten/Kota Tahun 2012 di Jakarta, Kamis (28/03/2013).

Hasil Evaluasi terhadap Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang diterima Bupati Bangka Tengah H. Erzaldi Rosman mendapatkan nilai 57,23 atau dengan predikat penilaian CC (Cukup Baik) sesuai surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : B/1159/M.PAN-RB/03/2013 Tanggal 22 Maret 2013 .

lakip

Penilaian atas Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Kabupaten/Kota Tahun 2012 ini dilakukan terhadap 494 Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia dengan perolehan nilai dengan kriteria B, sebanyak 2 Pemerintah Kabupaten/Kota, 104 Pemerintah Kabupaten/Kota memperoleh nilai CC, dan 256 Pemerintah Kabupaten/Kota mendapat nilai C, 76 Pemerintah Kabupaten/Kota mendapat nilai D dan 56 Pemerintah Kabupaten/Kota tidak dapat dievaluasi, kelengkapan data tidak tersedia

Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) merupakan penerapan manajemen kinerja pada sektor publik yang sejalan dan konsisten dengan penerapan reformasi birokrasi, yang berorientasi pada pencapaian outcomes dan upaya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Menurut Azwar Abubakar, dalam penilaian LAKIP ini materi yang dievaluasi meliputi 5 komponen. Komponen pertama adalah perencanaan kinerja, terdiri dari renstra, rencana kinerja tahunan, dan penetapan kinerja dengan bobot 35. Komponen kedua, yakni pengukuran kinerja, yang meliputi pemenuhan pengukuran, kualitas pengukuran, dan implementasi pengukuran dengan bobot 20.

Pelaporan kinerja yang merupakan komponen ketiga, terdiri dari pemenuhan laporan, penyajian informasi knerja, serta pemanfaatan informasi kinerja, diberi bobot 15. Sedangkan evaluasi kinerja yang terdiri dari pemenuhan evaluasi, kualitas evaluasi, dan pemanfaatan hasil evaluasi, diberi bobot 10. Untuk pencapaian kinerja, bobotnya 20, terdiri dari kinerja yang dilaporkan ( output dan outcome), dan kinerja lainnya.

Nilai tertinggi dari evaluasi LAKIP adalah AA (memuaskan), dengan skor 85 – 100, sedangkan A (sangat baik) skornya 75 -85, CC (cukup baik) dengan skor 50 – 65, C (agak kurang) dengan skor 30 – 50, dan nilai D (kurang) dengan skor 0 – 30.

Dari pelaksanaan evaluasi, beberapa temuan yang sering muncul antara lain ketidakselarasan antara Renstra dengan RPJMN, ketidakmampuan mendefinisikan kinerja, ketidakmampuan menyusun indikator kinerja, ketidakselarasan antara perencanaan dengan penganggaran. Selain itu, LAKIP masih bersifat dokumentasi atau formalitas, belum banyak yang mengarah pada peningkatan kualitas implementasi.

relatedArticles

 

Gallery Foto

SlideshowFx Picasa Widget for Joomla!
Copyright © 2010 www.OopsTouch.com
Banner
Banner
Banner
Banner