PANGKALANBARU – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu Tahun 2025, Selasa (20/05/2025). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mengakselerasi penerapan Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah tersebut.
Bertempat di Hotel Grand Vella, Kecamatan Pangkalanbaru, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Tim Pembina Posyandu Bangka Tengah, drg. Eva Fidia Lestari, M.Pd., yang memaparkan materi tentang Penguatan Tim Pembina Posyandu dan Implementasi Posyandu ILP dengan 6 SPM, serta Nurul Huda, S.E., dari Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang membahas Sosialisasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menekankan pentingnya peran posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas kesehatan masyarakat.
“Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 142 posyandu di Bangka Tengah, dengan 140 aktif dan 2 tidak aktif. Total kader mencapai 1.228 orang. Posyandu dikategorikan aktif jika mengadakan kegiatan bulanan, memiliki minimal lima kader, serta memberikan layanan kesehatan sepanjang siklus hidup—mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia,” jelasnya.
Ia menambahkan, transformasi layanan primer dari Kementerian Kesehatan RI menjadikan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
“Melalui forum ini, saya berharap lahir rumusan aksi yang menjawab tantangan di lapangan, baik dari aspek SDM maupun sarana prasarana. Harapannya, posyandu dapat menjalankan fungsi promotif dan preventif secara optimal, guna menciptakan masyarakat Bangka Tengah yang sehat dan sejahtera,” imbuh Algafry.
Sementara itu, Eva Fidia Lestari menuturkan bahwa fungsi posyandu kini tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan. Posyandu modern juga melibatkan berbagai bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, dan trantibum linmas.
“Karena itu, kita harus duduk bersama dalam koordinasi lintas sektor untuk memastikan implementasi Posyandu 6 SPM berjalan efektif. Alhamdulillah, hasil diskusi tadi menunjukkan kesiapan untuk segera melaksanakan program ini,” ungkapnya.
Eva juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk peran aktif kader posyandu, agar pelaksanaan program berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, khususnya dari kader. Semoga program ini benar-benar menghadirkan pelayanan terpadu yang berkualitas dan meningkatkan kesehatan ibu, anak, dan masyarakat secara luas,” harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Camat se-Kabupaten Bangka Tengah, Sekretaris Dinsos PMD, Satpol-PP, DPUPRP, Diperkimhub, Bagian Pemerintahan Setda, TP-PKK Kabupaten dan Kecamatan, Kepala Puskesmas, serta Tim Posyandu Desa/Kelurahan dan para kepala desa serta lurah yang mengikuti secara daring.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Prayogi J
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Prayogi J











LEAVE A REPLY