Home Berita Terkini Aksi Tanggap Darurat COVID-19 Pemkab Bateng

Aksi Tanggap Darurat COVID-19 Pemkab Bateng

185
0
SHARE
Aksi Tanggap Darurat COVID-19 Pemkab Bateng

Koba - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) mengambil langkah cepat sebagai antisipasi Pandemi Virus Corona atau disebut juga COVID-19 di Bangka Tengah. Langkah awal Pemkab Bateng yakni simulasi penanganan pasien virus COVID-19 di RSUD Bateng juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di Masjid Ar-raihan, Jumat (20/03/2020).

Menurut  Direktur UPTD RSUD Bangka Tengah, dr. Yeni Marlina, Sp.PD di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada dua rumah sakit rujukan regional yakni RS Depati Hamzah Pangkalpinang dan RS Marsidi Judono Belitung. Berkaitan dengan hal ini RSUD Bateng mempersiapkan penanggulangan pasien yang terpapar COVID-19 dengan menyediakan ruangan khusus sebagai  ruang isolasi COVID-19 juga ambulans khusus. Ia juga berpesan kepada tim kesehatan di Bateng khususnya di RSUD Bateng untuk bisa bekerjasama dan mengorganisir dengan baik keadaan darurat ini.

“Mohon bantuannya, mohon koreksinya karena ini adalah kerja tim, kerja kita bersama. Kita harapkan, tidak ada diantara kita yang terpapar COVID-19, untuk itu jaga kesehatan,” harap Yeni kepada timnya yang akan melakukan simulasi penanganan pasien COVID-19.

Langkah berikutnya dilakukan juga oleh Dinas Kesehatan Bateng bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Ar-raihan Koba untuk mengantisipasi pencegahan virus  mengingat sholat Jumat akan dilaksanakan pada siang harinya.

Menurut dr. Bahrun Siregar Sutrisno, M.Kes., selaku Kepala Dinas Kesehatan, pihaknya telah membagikan handsanitizer kepada setiap OPD dan beberapa masker, setiap masuk ke ruangan pimpinan di OPD-OPD tertentu sudah dibagikan termoscan, sehingga ini menjadi langka kami (Dinkes-red) telah melaksanakan langkah antisipasi.

“Penyemprotan disinfektan di Masjid Ar-raihan agar masyarakat yang akan melaksanakan sholat Jumat sudah ada pencegahan untuk virus tersebut, sehingga keamanan untuk umat muslim yang akan melaksanakan sholat lebih terjamin,” ungkap Bahrun.

Sementara itu, untuk masyarakat Bangka Tengah, Dinkes sudah memberikan informasi-informasi berupa selebaran agar masyarakat mengetahui tindakan apa saja yang diperlukan untuk penyebaran virus ini (COVID-red). Rencana untuk ke depannya, Dinkes akan melakukakan penyemprotan massal untuk pencegahan virus Corona.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Bateng mulai mengantisipasi penyebaran COVID-19 dengan mengambil beberapa langkah, diantaranya menarik para petugas yang di lapangan dalam pengurusan dokumen, tidak melakukan safari terkait pelayanan salah satunya pelayanan terpadu yang ditiadakan. Dindukcapil juga akan menutup pelayanan mulai Senin, 23 Maret 2020. Menurut Drs. Julhasnan selaku Kepala Dindukcapil, pelayanan hanya dibuka untuk pengambilan berkas saja. Untuk pengurusan dokumen Julhasnan menyarankan masyarakat mengurusnya secara online memakai aplikasi, inovasi dari Dindukcapil.

“Untuk pelayanan kepengurusan dokumen masyarakat bisa mengunduh aplikasi SIPELANDUK di playstore yang bisa diisi secara online dan dilakukan di rumah. Kemudian akan diproses oleh kami dan akan diinformasikan apa yang kami butuhkan dari masyarakat. Ketika selesai akan kami informasikan kembali untuk mengambil dokumen yang sudah selesai saja ke Capil. Hal ini mengurangi penumpukan masyarakat yang mengantri untuk pengurusan dokumen,” papar Julhasnan.

Tata cara pengisian secara online, langkah-langkanya bisa diikuti sesuai dengan pertunjuk yang ada di aplikasi SIPELANDUK. Pelayanan di Dindukcapil masih berjalan, tetapi untuk interaksi dengan masyarakat secara langsung memang dibatasi.

“Kami tetap bekerja, tetap memberikan pelayanan, silakan kepada masyarakat untuk menunggu dirumah,” saran Julhansan.

Sesuai prosedur yang diimbau terkait pelayanan publik dalam pencegahan COVID-19, Julhasnan mengaku sudah menyiapkan sabun dan tempat mencuci tangan di dekat area pintu masuk juga menyediakan handsanitizer di dalam ruang pelayanan. Hal ini wajib dilakukan masyarakat bagi yang ingin masuk dan keluar ruang pelayanan. Prosedur ini juga diwajibkan bagi petugas pelayanan, khususnya petugas bagian perekaman karena berinteraksi langsung dengan pemohon. Beberapa pengumuman terkait pencegahan COVID-19 tertempel di pintu masuk ruang pelayanan Dindukcapil.* (WEE/WKN/Foto: WEE)

Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah