Pangkalanbaru - Dinas Pertanian Bangka Tengah melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan penyemprotan disinfektan pada ternak Babi di Desa Benteng, Kebintik dan Padang Baru, Kamis (1/04/2021).
Penyemprotan disinfektan ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam pengendalian dan pencegahan penyakit African Swine Fever (ASF) yang baru-baru ini terjadi di Bangka. ASF sendiri adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian hingga 100% sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. ASF ini memiliki ciri-ciri demam tinggi, muntah, diare serta kemerahan pada kulit.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sunaryo, S.ST., mengatakan penyemprotan pencegahan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Bangka Tengah agar ASF ini tidak muncul ataupun menyebar di Bangka Tengah.
"Untuk saat ini di Bangka Tengah belum ada ternak babi yang terserang penyakit ASF ini. Tetapi Dinas Pertanian, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi di Bangka Tengah, kami langsung bergerak cepat melakukan disinfeksi dengan disinfektan ini," jelas Sunaryo.
Lebih lanjut, Sunaryo mengatakan bahwa penyemprotan kali ini dilakukan di beberapa titik di setiap desa dan sekaligus untuk mengedukasi masyarakat agar masyarakat yang berternak babi bisa bekerja sama dalam mencegah ASF ini.
"Kita juga disini melakukan edukasi, mengarahkan, mengajak serta berharap agar masyarakat bisa mandiri dan membersihkan secara berkala kandang Babi yang dimiliki agar senantiasa steril dikarenakan penyemprotan disinfektan ini untuk mencegah adanya ASF di Bangka Tengah," tambahnya.
Dinas Pertanian juga menganjurkan untuk pemakaian beberapa jenis disinfektan yang diperuntukkan penyemprotan luar kandang, dalam kandang, lingkungan kandang dan sarana prasarana dapat menggunakan cairan yang memiliki zat aktif seperti Glutaralhyde, Iodine, Benzalkolnium Klorida dan Virkon.
"Cairan yang mengandung zat aktif, seperti Iodine atau Virkon ini aman dan tidak menimbulkan efek walau terkena ternak babi atau pakannya. Terkadang yang terlewat adalah tidak disemprotnya saluran pembuangan, padahal saluran pembuangan juga merupakan tempat yang penting untuk memutuskan rantai penyebaran itu sendiri," terang Drh. Innawati W sambil menjelaskan disinfektan yang bisa digunakan untuk melakukan disinfeksi ini.
Pit Fong, salah satu peternak di Desa Benteng mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas respon cepat dari Pemerintah Bangka Tengah dan Dinas Pertanian terhadap adanya ASF ini.
"Kami sebagai peternak berterima kasih dengan adanya penyemprotan dan edukasi yang dilakukan oleh Pemerintah dan Dinas serta respon pencegahan terhadap ASF ini," ujar Pit Fong.
Sebelumnya Dinas Pertanian juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) pada Babi sebagai langkah awal dalam pencegahan Virus ASF.
"Virus atau penyakit ini tidak menular ke manusia dan kami berharap agar masyarakat atau peternak melaporkan jika ada kejadian kematian ternak Babi di desa agar segera bisa direspon oleh Dinas Pertanian," pesan Sunaryo.
Dilakukan juga penyerahan bantuan secara simbolis dari Dinas Peternakan kepada peternak melalui Kades Benteng berupa cairan disinfektan. Dihadiri Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sunaryo S.ST., Dokter Hewan Pemkab Bateng, Drh. Innawati W, Paramedik Lapangan, Kades Desa Benteng, Kades Desa Kebintik, Sekdes Desa Padang Baru.* (PYJ/WEE/Foto: YHP)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Sumber : Diskominfosta Bangka Tengah











LEAVE A REPLY