Home Berita Instansi dan Kementerian Bupati Bangka Tengah Tandatangani MoU dengan STIA LAN, Ini Tujuannya

Bupati Bangka Tengah Tandatangani MoU dengan STIA LAN, Ini Tujuannya

514
0
SHARE
Bupati Bangka Tengah Tandatangani MoU dengan STIA LAN, Ini Tujuannya

KOBA - Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menandatangani nota Memorandum of Understanding (MoU) dengan Politeknik STIA LAN Jakarta di ruang kerja Bupati Bangka Tengah, Selasa (29/11/2022).

Kedatangan Direktur Politeknik STIA LAN beserta jajarannya tersebut selain untuk bersilaturahmi juga untuk memperkuat lagi kerja sama dengan Pemkab Bangka Tengah.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, saat ditemui mengatakan tujuan dari kerja sama yang dilakukan yakni untuk merumuskan kebijakan tentang penanaman Kurikulum Hidup Sehat di lingkungan sekolah.

"Mari bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat seoptimal mungkin," ajak orang nomor satu di Bangka Tengah tersebut.

Algafry juga menyampaikan bahwa persoalan kesehatan bukan hanya tanggung jawab Bupati atau Kepala RSUD/ Dinkes saja, melainkan tanggung jawab semua pihak.

"Jadi masalah kesehatan ini adalah tanggung jawab kita semua, diantaranya melibatkan stakeholder, pengusaha, pelayan kesehatan, dan masyarakat sendiri," jelas Algafry.

Di tempat yang sama Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Nurliah Nurdin, mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah untuk menyelenggarakan kesejahteraan rakyatnya. Alat ukur kesejahteraan rakyat diantaranya adalah kesehatan, Pendidikan, dan ekonomi.

"Kami beberapa bulan ini sudah aktif menjalin komunikasi terkait masalah kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Kita mulai dari kesehatan, tentu ada beberapa indikator yang masih menjadi kendala di Bangka Tengah. Tadi sudah kita sampaikan dengan Bupati, jadi nanti kolaborasi harus diperkuat lagi," terangnya.

Ia juga menyebutkan jika masalah kesehatan dibebankan kepada pemerintah saja, akan membutuhkan waktu lama untuk mengatasinya.

"Tapi bila ada kolaborasi, diajak semua stakeholder, masyarakat, perguruan tinggi, dan media juga ikut menyosialisasikan, misalnya kegiatan yang preventif, maka masyarakat bisa mencegahnya dari tindakan-tindakan yang bisa membuat mereka sakit, misalnya dari makanan dan minumannya," imbuhnya.

Selain itu bentuk kolaborasi oleh semua pihak juga bisa dimulai sedini mungkin, salah satunya bentuk edukasi yang dimulai dari anak-anak PAUD.

“Karena di usia mereka tentu masih sangat efektif untuk mengajarkan tentang manfaat kesehatan secara luas, ingatannya bisa jangka panjang,” sambungnya.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

 

Penulis: Ristin

Editor: Asti P.

Fotografer: Hardian