LUBUK BESAR – Bupati Bangka Tengah bersama Wakil Bupati Bangka Tengah, TNI, Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK), Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, BPBD Bangka Tengah, dan Damkar Bangka Tengah menghadiri penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat di daerah rawan bencana kekeringan, Desa Kulur, Kecamatan Lubuk Besar, Senin (31/08/2026).
Bupati Bangka Tengah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BWS Bangka Belitung melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya yang telah memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Kulur. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami keterbatasan air bersih.
“Terima kasih kepada BWS Bangka Belitung melalui Dirjen Cipta Karya yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Kulur, Kecamatan Lubuk Besar. Memang di daerah ini kalau kemaraunya tinggi dan tidak ada hujan, sering mengalami kekeringan,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan terus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah. Selain Desa Kulur, beberapa daerah lain juga memiliki potensi mengalami kekeringan saat musim kemarau, di antaranya Kurau dan Belilik.
“Nanti kita carikan solusinya. Tapi kali ini kita sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari BWS Bangka Belitung, sehingga masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat terbantu,” katanya.
Sila (36), warga Desa Kulur, Kecamatan Lubuk Besar, mengaku sangat senang dengan adanya bantuan air bersih yang disalurkan kepada masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan sumber air akibat berkurangnya ketersediaan air di lingkungan tempat tinggal.
“Kami sangat senang dan terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Karena saat ini untuk mendapatkan air bersih cukup sulit. Biasanya kami mengambil air dari tetangga yang sumber airnya masih mengalir, tetapi jumlahnya juga terbatas,” ujar Sila.
Sila menambahkan, selain bergantung pada air dari tetangga, sebagian warga juga terpaksa memanfaatkan air kolong yang berada tidak jauh dari permukiman. Kondisi tersebut dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika sumber air bersih sulit diperoleh.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, serta instansi terkait dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap dukungan dan koordinasi lintas sektor dapat terus dilakukan, sekaligus mendorong adanya langkah penanganan yang berkelanjutan bagi wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Ristin
Editor: Asti Pradiajayanti
Fotografer: Raditya S.











LEAVE A REPLY