Home Berita Terkini Dinas Pertanian Bateng Harapkan Getas Rasa Asin Bisa Berantas Rabies di Bangka Tengah

Dinas Pertanian Bateng Harapkan Getas Rasa Asin Bisa Berantas Rabies di Bangka Tengah

1,142
0
SHARE
Dinas Pertanian Bateng Harapkan Getas Rasa Asin Bisa Berantas Rabies di Bangka Tengah

Pangkalan Baru - Masyarakat Desa Jeruk menyambut antusias vaksinasi Rabies bagi hewan peliharaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pertanian di Kantor Desa Jeruk Kecamatan Pangkalan Baru, Selasa (28/09/2021).

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, S.T. yang turut meninjau kegiatan tersebut mengatakan bahwa menurut data Kemenkes RI, angka kematian hewan akibat penyakit Rabies di Indonesia masih cukup tinggi, yakni 100-156 kematian pertahun.

"Di Kabupaten Bangka Tengah selain hewan peliharaan terdapat hewan liar yang berada di sekitar warga khususnya warga Desa Jeruk. Hewan liar ini dapat membawa virus dan menularkan kepada hewan peliharaan dan tanpa kita sadari dapat menyebar kepada manusia salah satunya penyakit Rabies," kata Algafry.

Lebih lanjut Algafry mengharapkan status bebas Rabies di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka Tengah, dapat dipertahankan sehingga kesehatan masyarakat dapat tercapai.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Sajidin, S.E., M.Si, mengatakan bahwa kegiatan Vaksinasi Rabies pada Hewan Pembawa Rabies (HPR) hari ini juga dalam rangka memperingati World Rabies Day 2021. Disebutnya, kegiatan ini bertujuan memutus mata rantai penularan Zoonosis yakni penularan penyakit kepada manusia.

Gerakan vaksinasi Rabies ini disebut Sajidin mengangkat tajuk Getas Rasa Asin (Gerakan Berantas Rabies dengan Aktif Vaksin) kepada hewan peliharaan seperti kucing, anjing, kera dan musang yang memenuhi syarat untuk divaksin, yakni harus dalam kondisi sehat, umur minimal 3 bulan, berat minimal 1 kg dan tidak bunting.

"Hewan peliharaan yang kita pelihara seperti kucing, anjing, kera dan musang terkadang menularkan penyakit atau infeksi ke manusia yang disebut Zoonosis dan hal ini mendapat perhatian dunia mengenai epidemiologi, mekanisme transmisi penyakit dari hewan ke manusia, diagnosa, pencegahan dan control," kata Sajidin.

Lebih lanjut Sajidin mengatakan peran masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemerintah dalam mencegah dan mengendalikan Zoonosis di Indonesia, seperti pada kasus penyakit Rabies.

"Kesadaran masyarakat dalam program vaksinasi hewan piaraan, peningkatan kualitas manajemen pemeliharaan hewan piaraan, peningkatan kebersihan diri dan lingkungan merupakan kunci awal dalam pencegahan dan pengendalian," tegas Sajidin.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Camat Pangkalan Baru, Kepala Desa Jeruk, Kapolsek Pangkalan Baru, Babinsa Kecamatan Pangkalan Baru. *(YHP/APJ/Foto:YHP)

Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah