Home Berita Terkini Dinbudparpora Bentuk Lembaga Adat Melayu Bangka Tengah

Dinbudparpora Bentuk Lembaga Adat Melayu Bangka Tengah

155
0
SHARE
Dinbudparpora Bentuk Lembaga Adat Melayu Bangka Tengah

Pangkalan Baru - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Bangka Tengah gelar Musyawarah Pembentukan Lembaga Adat Melayu di Grand Vella Hotel, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Selasa (22/09/2020).

Tujuan kegiatan ini untuk membentuk Lembaga Adat Melayu (LAM) khusus wilayah Bangka Tengah, dibuka oleh Bupati Bangka Tengah, Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM., yang diwakili oleh Drs. Pittor, MM., selaku Staf Ahli Pemkab Bangka Tengah.

Dalam sambutannya, Ibnu Saleh mengungkapkan rasa bangganya atas terbentuknya Lembaga Adat Melayu untuk Bangka Tengah, seraya berharap agar ketua yang terpilih bisa mengarahkan pengurus dalam menentukan adat istiadat yang perlu dikembangkan kembali.

“Dengan adanya lembaga adat ini kita akan membuat hasil dari pengertian-pengertian dan pengalaman-pengalaman yang ada di Bangka Tengah untuk disepakati bersama. Menumbuhkan kembali budaya masyarakat yang santun dan berbudi pekerti yang baik,” ujar Ibnu.

“Selamat kepada seluruh pemangku adat, kalau bisa buatlah pengurus yang memang ahli adat karena kami tetap memerlukan sumbangan pemikiran dan ilmunya tentang adat istiadat. Dengan demikian akan tercipta masyarakat adat yang sebaik-baiknya di Bangka Tengah,” tutupnya.

Sementara itu, Zainal, S.Pd. M.Si., selaku Kepala Dinbudparpora sekaligus panitia melaporkan bahwa acara ini bermaksud untuk melestarikan kebudayaan dan mengenalkan nilai-nilai kebudayaan bangsa dan budi pekerti kepada generasi muda, baik di daerah baik di kabupaten, provinsi, maupun nasional.

“Tujuannya adalah terwujudnya masyarakat Bangka Tengah yang beradat, berkualitas serta berguna untuk nusa dan bangsa. Juga untuk mengembangkan kebudayaan daerah Bangka Tengah guna mendorong kemajuan wisata,” jelas Zainal.

Hadir sebagai undangan, perwakilan LAM Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Datuk Andi, AS., menyampaikan pentingnya membentuk Lembaga Adat Melayu.

“Salah satu fungsi kita adalah, filterisasi. Yakni menyaring pengaruh buruk budaya luar. Jika ada penyimpangan dari kacamata adat, maka kita semua bertanggung jawab untuk meluruskannya,” tegas Andi.

Acara yang mengusung slogan "Alung Mufakat Daripada Besakat Ape Agik  Bekarat" yang memiliki makna pentingnya musyawarah daripada bersilang sengketa demi mencapai tujuan mufakat ini mengundang seluruh tokoh adat, tokoh budaya, tokoh agama, dan tokoh masyarakat penggiat juga pemerhati budaya se-Kabupaten Bangka Tengah, sejumlah 100 orang. Di akhir acara, musyawarah menyepakati bahwa LAM Selawang Segantang Bangka Tengah diketuai oleh H. Fahmi, dari Kecamatan Koba.*(APJ/WEE/Foto:MRT)

Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah