KOBA — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka Tengah bersama Bunda Literasi Kabupaten Bangka Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya baca di kalangan anak-anak melalui kunjungan literasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Koba, Jumat (17/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Bunda Literasi Kabupaten Bangka Tengah bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam menjangkau sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Program tersebut dikemas dalam inovasi layanan literasi bertajuk Baling Bambu (Baca Keliling, Tambah Ilmu) dengan memanfaatkan mobil perpustakaan keliling sebagai sarana mendekatkan buku kepada anak-anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka Tengah, Yardiansyah, Bunda Literasi Kabupaten Bangka Tengah, drg. Eva Algafry, Kabid Perpustakaan Rusdi, serta Kepala Sekolah SLB Koba, Sri.
Dalam suasana penuh kehangatan, kegiatan literasi diikuti oleh kurang lebih 100 anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Berbagai aktivitas literasi digelar secara interaktif, mulai dari membaca bersama, membaca nyaring, hingga bercerita, yang disambut antusias oleh para siswa.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka Tengah, Yardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Bunda Literasi dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam membangun budaya baca sejak dini, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini rutin dilakukan oleh Bunda Literasi bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Ini merupakan inovasi bersama yang kami namakan Baling Bambu, yaitu Baca Keliling, Tambah Ilmu, dengan memanfaatkan mobil perpustakaan keliling. Tujuannya adalah mengajak anak-anak menyukai buku dan menumbuhkan kegemaran serta budaya membaca sejak dini,” ujarnya.
Kunjungan ke SLB Koba menjadi salah satu wujud penguatan literasi inklusif, yakni memastikan bahwa layanan perpustakaan dan kegiatan membaca dapat dirasakan oleh seluruh anak, tanpa terkecuali. Kehadiran mobil perpustakaan keliling di lingkungan sekolah juga menjadi simbol bahwa akses terhadap bahan bacaan harus menjangkau semua kalangan dan seluruh wilayah.
Bunda Literasi Kabupaten Bangka Tengah, drg. Eva Algafry, turut memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pemerataan layanan literasi, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pendekatan pembelajaran dan pendampingan yang lebih khusus. Melalui kegiatan seperti ini, semangat membaca tidak hanya diperkenalkan sebagai kebiasaan belajar, tetapi juga sebagai pengalaman yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak.
Pihak sekolah menyambut baik kunjungan tersebut. Kehadiran Bunda Literasi dan jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dinilai menjadi dukungan moral sekaligus motivasi bagi para siswa untuk semakin dekat dengan buku, cerita, dan dunia pengetahuan.
Melalui program Baling Bambu, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berupaya menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih dekat, merata, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan semangat literasi yang inklusif, diharapkan budaya membaca dapat tumbuh kuat di setiap sekolah dan menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam meraih masa depan yang lebih baik.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Yardiansyah
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Deta Tri Anggini



9.jpg)







LEAVE A REPLY