Home Berita Instansi dan Kementerian Dobrak Digitalisasi, Kojek Jadi Satu-Satunya Startup Ojek Online Lokal Asli Koba Bangka Tengah

Dobrak Digitalisasi, Kojek Jadi Satu-Satunya Startup Ojek Online Lokal Asli Koba Bangka Tengah

1,448
0
SHARE
Dobrak Digitalisasi, Kojek Jadi Satu-Satunya Startup Ojek Online Lokal Asli Koba Bangka Tengah

KOBA — Kabupaten Bangka Tengah kini resmi memiliki platform digital mandiri di bidang transportasi dan layanan pesan antar. Startup lokal bernama Kojek (Koba Ojek) mencatatkan diri sebagai satu-satunya aplikasi ojek online (ojol) besutan lokal yang beroperasi di wilayah Koba, Kabupaten Bangka Tengah, saat ini. Kehadiran platform ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, saat menerima audiensi dari pihak manajemen Kojek di ruang kerjanya pada Kamis (04/06/2026). Turut mendampingi Sekda dalam audiensi tersebut yaitu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfosta) Bangka Tengah, Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) beserta tim, serta Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP).

Dalam audiensi tersebut, Sekda Bateng, Ahmad Syarifullah Nizam menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memiliki program prioritas bernama Pemdi (Pemerintahan Digital). Salah satu fokus utamanya adalah menjalin kerja sama dengan startup yang mampu menguatkan pelayanan publik sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat luas.

"Kerja sama dengan startup seperti ini sangat kami beri atensi, terutama yang berdampak bagi UMKM dan pelayanan masyarakat. Kami ingin mencerdaskan masyarakat Bangka Tengah untuk memanfaatkan digitalisasi dalam aktivitas politik, ekonomi, maupun sosial. Kehadiran Kojek ini adalah pilihan yang sangat luar biasa dan kami menyatakan siap bermitra," ujar Sekda Ahmad Syarifullah.

Di balik kemudahan aplikasi Kojek, terdapat kisah inspiratif dari sang owner, Syifa Fitri. Syifa menceritakan bahwa ide pembuatan Kojek berawal dari keresahan pribadi saat kesulitan memesan makanan di malam hari. Karena belum adanya layanan ojol besar seperti Grab atau Gojek yang menyentuh area mereka, Syifa nekat membuat pemrograman secara mandiri.

"Iseng-iseng awalnya, kayaknya seru kalau ada ojek online lokal. Saya belajar coding sendiri lewat tutor online berbayar. Karena kalau coding itu salah titik atau koma sedikit saja tidak jadi, saya mengerjakannya dari jam 1 malam sampai subuh di saat anak-anak sedang tidur," kenang Syifa yang melakukan launching Kojek pada 13 Maret 2026 lalu.

Meski baru seumur jagung (sekitar 3 bulan berjalan), pertumbuhan Kojek terhitung sangat progresif. Beroperasi secara remote (tanpa kantor fisik), platform ini telah berkembang dari yang semula hanya memiliki 20 mitra merchant, kini telah merangkul hingga 60 tenant UMKM makanan dan minuman.

Kojek tidak hanya melayani kurir makanan, pengantaran barang, dan ojek penumpang. Platform lokal ini juga menyediakan inovasi layanan jasa ke rumah (home service) seperti, home spa layanan pijat/spa ke rumah untuk laki-laki dan perempuan hingga servis elektronik untuk panggilan teknisi langsung ke rumah pelanggan.

Hingga saat ini, aplikasi Kojek tercatat telah diunduh oleh 1.600 pengguna di Google Play Store dengan 15 driver aktif utama dan 5 driver part-time. Bagi pengguna perangkat iOS (iPhone), layanan Kojek juga tetap dapat diakses melalui link web resmi mereka.

Melihat potensi besar ini, Pemkab Bangka Tengah akan membantu memperluas jangkauan pasar Kojek melalui publikasi masif lewat jaringan media Kominfo.

Syifa Fitri menyambut baik rencana tersebut dan menjelaskan bahwa menu pembayaran digital (seperti token listrik, pulsa, dan BPJS) sedang dalam tahap pengembangan teknis untuk lebih dikembangkan ke depannya.

"Harapan kami pastinya makin banyak driver dan customer yang bergabung. UMKM lokal terbantu, dan ke depan Kojek bisa ekspansi ke daerah-daerah lain di luar Koba," pungkas Syifa optimis. *Sumber: Diskominfosta Bateng

 

Penulis: Onie R. Bana

Editor: Asti Pradiajayanti

Fotografer: Redoh Soniman