KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) terus memacu akselerasi digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Komitmen ini ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang berlangsung di Ruang Rapat Besar Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (14/07/2026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, Sekda Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, serta perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bank Sumsel Babel ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah seluruh Perangkat Daerah (OPD) dalam mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan bahwa transformasi digital bukanlah sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efisien, dan akuntabel.
"Digitalisasi adalah perkembangan dunia yang harus kita respons dengan cepat. Saya sudah meminta seluruh OPD untuk segera menggapai harapan digitalisasi ini. Tidak ada lagi alasan bagi OPD untuk tidak menerapkan sistem digital dalam setiap pelayanan mereka," ujar Algafry usai rapat.
Dalam arahannya, Bupati menyoroti masih adanya hambatan dalam penerapan pembayaran non-tunai di lingkungan Pemkab Bangka Tengah. Berdasarkan data evaluasi TP2DD, dari 16 OPD pengampu pajak dan retribusi, masih terdapat OPD yang belum mengoptimalkan kanal pembayaran digital seperti QRIS.
"Saya minta OPD yang belum memanfaatkan QRIS agar segera berkoordinasi dengan Bank Sumsel Babel dan Sekretariat TP2DD. Kita harus belajar dari daerah yang sukses menerapkan pembayaran retribusi pasar, tiket wisata, hingga parkir melalui QRIS. Ini terbukti meminimalkan kebocoran dan mempermudah masyarakat," tegasnya.
Bupati juga secara khusus menyoroti budaya "titip bayar pajak" pada PBB-P2 yang dinilai tidak lagi relevan. Ia mengajak masyarakat untuk beralih ke metode pembayaran mandiri melalui kanal resmi seperti mobile banking, QRIS, atau ATM, guna memastikan transaksi lebih aman dan tercatat langsung dalam sistem.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Farid Tamsil, menyatakan dukungan penuh BI untuk memfasilitasi percepatan TP2DD di Bangka Tengah.
"BI siap memfasilitasi sosialisasi dan edukasi, baik kepada OPD maupun masyarakat. Penggunaan kanal digital seperti QRIS akan berdampak langsung pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," jelas Farid.
Menanggapi keraguan pelaku usaha atau masyarakat terkait keamanan transaksi digital, Farid memberikan tips praktis.
"Dalam perlindungan konsumen, prinsip utamanya adalah 'kalau ragu, stop dulu'. Pastikan nama toko sesuai, nominal sudah benar, baru klik untuk bertransaksi. Bagi pedagang, kini sudah tersedia Soundbox QRIS yang memberikan notifikasi suara saat transaksi berhasil, sehingga tidak perlu lagi merasa khawatir," tambahnya.
Melalui HLM ini, Pemkab Bangka Tengah menargetkan sinergi yang lebih solid antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel. Kedepannya, Bank Sumsel Babel selaku Bank RKUD diharapkan terus berinovasi dalam layanan digital, mulai dari Cash Management System (CMS) hingga layanan Host-to-Host, guna memperluas ekosistem keuangan digital yang terintegrasi di Bumi Selawang Segantang.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah optimis dapat meningkatkan nilai indeks TP2DD dan memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan modern bagi seluruh masyarakat.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Prayogi J. / Redoh S.











LEAVE A REPLY