Koba - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Bangka Tengah gelar seminar dengan tema "Anak Bangka Tengah Anak yang Cerdas, Cerdas Teknologi, Emosi dan Problem Solving". Bertempat di Aula Gedung Diklat BKPSDMD Bangka Tengah, Kamis (11/11/2021).
Seminar ini di nasumberi oleh Silmika Wijayanti dari HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia Bangka Belitung).
Dalam sambutannya Drs. Pittor, MM., selaku Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang hadir mewakili Bupati Bangka Tengah dalam kegiatan pembukaan seminar ‘Anak Cerdas’ mengatakan bahwa anak adalah kelompok yang sangat rentan, labil dan sedang mencari jati diri sehingga sangat mudah terprovokasi dengan lingkungan negatif.
“Sering kita dengar dan kita baca dari media cetak, media elektronik maupun media sosial, setiap hari ada saja kasus kenakalan anak dan remaja terutama di masa pandemi ini. Terkait hal ini anak adalah kelompok yang sangat terdampak," ungkapnya.
Pittor juga mengatakan karena proses pembelajar di masa pendemi secara daring menyebabkan anak kecanduan gadget, karena masih lemahnya anak untuk menguasai teknologi maka anak pun menjadi dikuasai teknologi.
"Anak-anak kita menjadikan media sosial sebagai ajang untuk mereka beraktualisasi, yang kemudian membuat anak menjadi salah arah dalam penggunaan media sosial. Contohnya dengan memposting sebuah foto maupun video yang bersifat pornografi maupun pornoaksi di media sosial. Hal ini bisa berdampak dan menjadi boomerang bagi anak kita kedepannya karena jejak digital tidak akan bisa dihilangkan walau sudah di hapus. Semua orang bisa mengcapture dan menyebarkan lagi di kemudian hari," papar Pittor.
Menurutnya, karena anak-anak belum bisa menguasai emosi atau pengendalian diri maka sering kita lihat dan dengar kasus perkelahian anak, kasus tawuran, kecelakaan di jalan, kebut-kebutan, narkoba dan masih banyak lainnya.
"Karena belum bisa mengendalikan emosi maka anak akan sangat labil. Bisa dikendalikan oleh lingkungan sekitarnya. Selain itu, anak kita juga lemahnya dalam problem solving (pemecahan masalah) sehingga membuat mereka mudah menajadi sosok yang apatis, lemah, mudah menyerah dan mudah lari dalam pergaulan yang negatif dan menjerumuskan mereka," ungkapnya.
Pittor berharap dengan adanya seminar ini anak-anak Bangka Tengah mempunyai bekal untuk cerdas dalam menguasai teknologi, cerdas menguasai emosi dan cerdas memecahkan masalah sehingga mereka menjadi anak yang berkarakter unggul dan berakhlakul karimah.
Turut hadir dalam acara Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah, Ketua Komisi I DPRD Bangka Tengah, dan para siswa/siswi SMP maupun SMA/SMK di Kabupaten Bangka Tengah.* (RDO/WEE/Foto:RDO)
Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

.jpg)
.jpg)
.jpg)







LEAVE A REPLY