LUBUK BESAR – Rasa syukur dipanjatkan Amir (45) dan Lina (41) warga Dusun Simpang, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar. Dua minggu sejak rumah mereka ludes dilalap si jago merah pada awal Maret lalu, harapan baru kini tegak berdiri.
Senin (16/03/2026), Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama pihak PT Mitra Stania Kemingking (Arsari Tambang) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) untuk keluarga korban kebakaran tersebut. Langkah cepat ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dengan sektor swasta melalui program Pemberdayaan Pengembangan Masyarakat (PPM).
Algafry Rahman mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian berbagai pihak yang bergerak cepat membantu warganya yang tertimpa musibah.
“Hari ini kita menyaksikan kebahagiaan itu. Doa Ibu Lina sepertinya dikabulkan oleh Allah Swt. Meski baru mengalami kebakaran, Allah langsung menggerakkan hati orang-orang baik untuk membantu,” ujar Algafry di lokasi acara.
Ia juga menekankan pentingnya menanam kebaikan di tengah situasi ekonomi yang menantang.
“Saya jujur mengatakan bahwa banyak perusahaan telah membantu kami dalam rencana RLH dan berbagai program pemberdayaan lainnya. Percayalah, jika kebaikan kita tanam, suatu saat pasti akan kita tuai kembali,” tambahnya.
Manager PPM PT Mitra Stania Kemingking, Suyudi, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan grup Arsari Tambang. Meskipun awalnya rumah Amir tidak masuk dalam daftar target tahun ini, kondisi darurat pascakebakaran membuat perusahaan melakukan diskresi.
“Singkat cerita, kami dari perusahaan mendengar kabar ini. Awalnya bantuan ini tidak termasuk dalam program kami tahun ini karena direncanakan untuk tahun depan. Namun alhamdulillah, kami memutuskan untuk memprioritaskannya lebih dulu,” ungkap Suyudi.
Suyudi menambahkan bahwa perusahaan menargetkan pembangunan rumah tipe 36 ini dapat rampung dalam waktu singkat.
"Tadinya saya harapkan ini 'Sangkuriang' (selesai semalam), tapi kontraktor bilang tidak sanggup. Insyaallah sekitar satu bulan sudah bisa berdiri dan ditempati. Kami berikan apa yang pernah kami ambil dari Bangka Tengah, akan kami kembalikan juga ke masyarakat Bangka Tengah," tegasnya.
Selain agenda pembangunan rumah, bupati juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan warga mengenai tantangan cuaca. Berdasarkan data BMKG, ancaman El Nino masih membayangi, di mana puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
"Bulan Agustus itu puncak kemarau di tempat kita. Saya minta kawan-kawan pertanian tolong dikabarkan ke grup desa, harus ada upaya berupa pembangunan embung untuk menyimpan air agar pertanian kita tetap terjaga," pesan Bupati Bangka Tengah.
Dalam acara tersebut, PT Mitra Stania Kemingking juga memberikan bantuan simbolis untuk ketahanan pangan berupa pengembangan lahan seluas 2 hektar di Lubuk Besar serta program budidaya ikan kakap putih di Desa Kurau.
Pembangunan rumah Amir sendiri ditargetkan menjadi satu dari 12 unit Rumah Layak Huni yang dialokasikan perusahaan untuk wilayah Bangka Tengah sepanjang tahun 2026.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Redoh Soniman











LEAVE A REPLY