Home Berita Instansi dan Kementerian Fasilitasi Pembuatan Perahu Fiber, Pemkab Bangka Tengah Kawal Perizinan Usaha Koperasi Arung Sejahtera

Fasilitasi Pembuatan Perahu Fiber, Pemkab Bangka Tengah Kawal Perizinan Usaha Koperasi Arung Sejahtera

255
0
SHARE
Fasilitasi Pembuatan Perahu Fiber, Pemkab Bangka Tengah Kawal Perizinan Usaha Koperasi Arung Sejahtera

KOBA – Sebuah langkah besar tengah dipersiapkan oleh para nelayan di Kelurahan Arung Dalam, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Berawal dari gabungan tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang telah berjalan bertahun-tahun, kini mereka resmi bernaung di bawah Koperasi Produsen Perikanan Arung Sejahtera.

Tidak hanya menangkap ikan saja, koperasi ini bersiap mencetak sejarah dengan menjadi satu-satunya produsen perahu bahan fiberglass di Kabupaten Bangka Tengah yang dikelola langsung oleh swadaya masyarakat.

Hal ini lah yang melatarbelakangi digelarnya kegiatan Sosialisasi Perizinan Usaha Pembuatan Perahu Fiber dan ramah tamah yang berlangsung di Pondok Nelayan Arung Dalam, Rabu (17/06/2026).

Koperasi yang beranggotakan sekitar 20 orang ini juga telah dibekali pelatihan dari Dinas Perikanan Bangka Tengah yang mendatangkan pakar/Profesor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui program "Dosen Pulang Kampung", para nelayan lokal kini menjelma menjadi pengrajin perahu fiber yang andal. Hebatnya, 10 unit perahu pertama yang mereka produksi telah habis terjual. Bahkan, pesanan sudah merambah hingga ke luar daerah seperti kawasan Bukit Layang hingga Kabupaten Bangka Selatan.

Demi menjaga kualitas, koperasi ini juga didampingi oleh tenaga ahli berpengalaman, salah satunya adalah Herman (45), pengrajin fiberglass asal Cilacap. Bersama timnya yang berjumlah 3 orang, Herman memandu proses pembuatan dari cetakan (mal) hingga unit jadi.

"Bahan baku aman dan mudah dicari di Pangkalpinang. Untuk perahu ukuran 6,5 meter, kami bisa memproduksi hingga 10 unit per bulan. Jika pesanan semakin banyak, tentu personel lokal akan terus ditambah," ungkap Herman optimis.

Melihat potensi ekonomi yang begitu besar, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat mengawal masalah legalitas usaha mereka.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wahyu Nurrakhman, yang hadir mewakili Bupati Bangka Tengah, mengapresiasi tinggi semangat mandiri para nelayan. Ia menegaskan pentingnya nomor register produksi kapal agar produk lokal ini memiliki payung hukum yang kuat.

"Membuat izin itu prinsipnya adalah kemauan. Dengan adanya izin usaha, koperasi ini legal, punya payung hukum, dan kedepannya akan jauh lebih mudah untuk mengakses pinjaman modal untuk berkembang," jelasnya.

Wahyu juga menyarankan agar proses pembuatan kapal ini didokumentasikan ke media sosial untuk memperluas pemasaran.

"Ini usaha bottom-up, tumbuh dari bawah oleh masyarakat langsung, bukan bentukan instansi yang bingung mau buat apa. Pemerintah pasti mendukung penuh," tambahnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi, menjelaskan bahwa pasar untuk perahu ini sangat terbuka lebar. Berdasarkan aplikasi data armada terbaru bernama "Sampan", hingga saat ini tercatat ada 416 unit kapal di Bangka Tengah yang terverifikasi berhak mengakses BBM rekomendasi nelayan. Selama ini, untuk kebutuhan kapal, bahkan harus dipesan hingga ke Pangkalpinang dan Cilacap.

"Sekarang kita punya produsen sendiri di Bangka Tengah. Dari hasil riset bersama IPB, pesan Profesor adalah jaga estetikanya. Garapan harus rapi dan cantik, jangan kasar, karena orang membeli kualitas," tutur Imam.

Ia bahkan langsung menodong perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel yang hadir untuk membantu mempromosikan perahu karya Koperasi Arung Sejahtera ke Kabupaten Bangka Induk.

"Kalau harga untuk anggota koperasi tentu khusus, kalau untuk luar daerah atau pertemanan nanti bisa diatur sambil ngopi," canda Imam yang disambut tawa seluruh hadirin.

Ketua Koperasi Arung Sejahtera, Zarian, mengaku sangat bersyukur atas bimbingan yang selama ini diberikan oleh penyuluh perikanan maupun penyuluh koperasi. Ia berharap sosialisasi yang diisi oleh narasumber dari DPMPTK Bangka Tengah dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Babel ini dapat mencerahkan anggotanya mengenai prosedur teknis pengajuan izin usaha.

"Kemarin usaha utama kami hanya jual beli ikan langsung dari nelayan. Sekarang kami merambah ke pembuatan perahu fiber, jujur kami masih kurang paham proses izinnya. Kami mohon bimbingannya agar usaha ini lancar dan terus berkembang," harapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Dinas Perikanan Bangka Tengah turut menyerahkan bantuan berupa 5 paket sembako kepada anggota koperasi. Kegiatan sosialisasi ini kemudian ditutup dengan agenda ramah tamah dan makan siang bersama di tepi pantai.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

 

Penulis: Onie R. Bana

Editor: Kumala Sari Dewi

Fotografer: Redoh Soniman