PANGKALANBARU – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyambangi Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung yang bertempat di Kecamatan Pangkalanbaru, Senin (05/01/2025).
Kedatangan Bupati Bangka Tengah bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Bangka Tengah disambut hangat oleh Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia, beserta jajaran satuan kerja. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka audiensi serta penyampaian usulan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bangka Tengah.
“Alhamdulillah ini silaturahmi kita ke teman-teman BPJN Babel, sekaligus kita menyampaikan beberapa hal tentang kondisi Bangka Tengah saat ini, termasuk usulan kegiatan pembangunan untuk tahun anggaran 2026–2027,” ucap Algafry.
Ia juga menjelaskan sejumlah lokasi yang terdampak kondisi alam ekstrem belakangan ini.
“Kami harap teman-teman di BPJN bisa merespon cepat kondisi yang terjadi saat ini, karena menurut kami BPJN adalah salah satu mitra kabupaten dalam memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat khususnya terkait kondisi jalan dan lingkungan, sehingga kami rasa penting untuk bisa bersinergi dan bersilaturahmi ke teman-teman BPJN Babel,” ungkap Bupati.
Adapun usulan yang disampaikan, yakni:
1) Pembangunan trotoar dan saluran drainase di Kota Koba sepanjang 4000 meter. Usulan ini berada pada Jalan Nasional (Ruas Namang Koba) dan berada di Kelurahan Arung Dalam dan Kelurahan Berok.
2) Peninggian badan jalan pada ruas Namang – Koba sepanjang 1,5 kilometer. Usulan ini berada di Desa Kurau Barat.
3) Peninggian badan jalan pada ruas Namang – Koba sepanjang 0,25 kilometer. Lokasi usulan berada di Kelurahan Berok yaitu pada oprite Jembatan Berok.
4) Pemeliharaan rutin/tehabilitasi Jalan Nasional Ruas Bts. Kota Pangkalpinang – Namang. Lokus berada di Desa Namang, Desa Jelutung, Desa Cambai, Desa Cambai Selatan dan Desa Air Mesu.
5) Pemeliharaan rutin/rehabilitasi saluran drainase pada ruas Jalan Nasional (Ruas Namang – Koba). Lokus lokasi berada di Desa Belilik.
6) Pemeliharaan/pembangunan baru Jembatan Kurau. Jembatan ini berada pada ruas Jalan Nasional (Ruas Namang – Koba). Lokus berada di Desa Kurau.
Selain itu, terdapat usulan penanganan jalan melalui program Inpres Jalan Daerah (lanjutan), diantaranya Jalan Perlang – Panang sepanjang 11,93 km, Jalan Kulur-Belimbing sepanjang 3,7 km, Jalan Pangkol – Belilik sepanjang 5 km, Jalan Kulur-Kulur Ilir sepanjang 6,42 km, Jalan Sarang Mandi – Air Medang sepanjang 10,6 km dan peningkatan Jalan Sungaiselan – Tanjung Lura sepanjang 17,48 km.
Sementara itu, Kepala DPUTRP Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengungkapkan bahwa dalam audiensi tersebut pihaknya menyampaikan beberapa program yang menjadi skala prioritas.
“Ada beberapa yang menjadi skala prioritas yang kami sampaikan, salah satunya ruas jalan yang memang harus dilakukan perbaikan, kemudian jembatan, salah satunya jembatan Kurau, dan juga drainase,” jelas Fani.
Ia menambahkan, persoalan drainase menjadi perhatian serius karena Bangka Tengah kerap mengalami air pasang yang terjadi setiap tahun dan berpotensi menimbulkan banjir.
“Diperlukan sinergi dengan pemerintah pusat melalui BPJN agar penanganan banjir dapat dipercepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Fani juga menyampaikan apresiasi atas capaian BPJN Babel yang telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur di Bangka Tengah.
“Alhamdulillah, luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan BPJN Babel. Ada dua item yang sudah terselesaikan, yaitu Jembatan Guntung dan ruas jalan dari Lubuk sampai Simpang Kampung G, yang telah selesai sesuai waktunya,” kata Fani.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia, menyatakan bahwa seluruh usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah diterima dan akan menjadi catatan penting.
“Semua usulan dan aspirasi hari ini tentunya menjadi catatan penting bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati Bangka Tengah yang telah menyempatkan waktu untuk berdiskusi di sini untuk membangun Bangka Tengah,” tutur Susan.
Susan juga memaparkan kondisi infrastruktur nasional di Bangka Tengah.
“Di tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional di Bangka Tengah mencapai 99,85 persen, sementara kemantapan jembatan nasional berada di angka 93,33 persen,” ujarnya.
Terkait Jembatan Kurau, ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 telah dilakukan survei kondisi jembatan dengan hasil rata-rata berada pada nilai 1 dan 2, meskipun bagian bawah jembatan sudah mengalami korosi.
“Ini masih masuk pemeliharaan rutin, namun tim akan turun kembali ke lapangan untuk peninjauan lebih lanjut. Jembatan ini juga pernah direhabilitasi pada tahun 2021,” jelas Susan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BPJN Babel juga merencanakan sejumlah program di Kabupaten Bangka Tengah, di antaranya preservasi jalan dan jembatan, holding jalan, serta rehabilitasi dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan nasional.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Deanty N / Prayogi J
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Prayogi J


4.jpg)








LEAVE A REPLY