PANGKALPINANG - Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pasir Padi Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/07/2026).
Dalam HLM dan rakor yang dipimpin oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini dilakukan juga penandatanganan kesepakatan serta komitmen pengendalian inflasi daerah oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel, Pemerintah Kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Babel, dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Babel.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Inflasi adalah tantangan bersama yang membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk mengedepankan koordinasi yang solid, memanfaatkan data yang akurat melalui aplikasi Babel Ecository (Economic Data Repository System), serta memastikan setiap kebijakan yang kita ambil benar-benar tepat sasaran," jelas Hidayat.
Menurutnya, terdapat sejumlah program prioritas yang harus segera diimplementasikan, mulai dari operasi pasar hingga penguatan sektor pertanian, serta pentingnya strategi pengendalian inflasi melalui diversifikasi pangan dan kampanye belanja bijak 5.
"Operasi pasar dan gerakan pasar murah harus dilaksanakan tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat komoditas. Kegiatan ini juga harus didukung dengan inspeksi pasar secara berkala di setiap kabupaten dan kota agar kondisi harga benar-benar terpantau," ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel berkomitmen memangkas rantai pasok distribusi yang panjang melalui penguatan kerja sama perdagangan antardaerah dan fasilitasi business matching, mendorong penerapan sistem peringatan dini (Early Warning System) dan protokol manajemen inflasi agar pemerintah dapat bertindak lebih antisipatif terhadap gejolak harga, perlindungan petani lewat asuransi pertanian dan peningkatan sarana pascapanen ikut diperkuat, serta memacu hilirisasi sektor pangan guna menciptakan nilai tambah.
Mewakili Bupati Bangka Tengah, Wakil Bupati Efrianda memaparkan Bangka Tengah terus mengembangkan klaster perikanan budidaya secara terintegrasi, mulai dari penyediaan pakan mandiri, penerapan smart digital farming, hingga pembangunan sektor pengolahan hasil perikanan yang didukung oleh Bank Indonesia.
"Kami juga mendapat dukungan dari BI sehingga saat ini sudah mampu memproduksi berbagai produk olahan seperti ikan asap, ikan marinasi, kepala patin, serta mengembangkan budidaya ikan nila, patin, lele, termasuk pembenihan ikan nila, ikan mas, dan gurame," jelas Efrianda.
Tak hanya itu, implementasi strategi 4K di Kabupaten Bangka Tengah juga telah dilakukan melalui berbagai program nyata. Pada aspek keterjangkauan harga, pemerintah daerah telah melaksanakan operasi pasar murah, gerakan pangan murah, serta memperkuat kerja sama stabilisasi harga dengan Bulog.
"Untuk menjaga ketersediaan pasokan, kami melaksanakan tebar benih budidaya kepiting, gerakan panen bersama, gerakan menanam, pengembangan klaster perikanan budidaya di Desa Simpang Katis, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya agar produksi pangan tetap terjaga," ujarnya.
Efrianda mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga telah menerbitkan Surat Edaran Bupati yang mengimbau distributor dan pelaku usaha untuk menjamin kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Selain itu, pemerintah melakukan pemeliharaan sejumlah infrastruktur penunjang distribusi serta rutin melakukan pemantauan harga melalui website Inter Hargo dan SP2KP, dan rapat teknis mingguan TPID.
"Pemeliharaan Jembatan Sungai Lempuyang di Desa Jelutung serta peninjauan jembatan menuju Dusun C3 di Kecamatan Lubuk Besar sebagai upaya memperlancar akses distribusi. Selain itu kita laksanakan inspeksi pasar dan distributor dan diskusi antisipasi musim kemarau atau El Nino," katanya.
Efrianda juga menyampaikan sejumlah program lanjutan yang akan dilaksanakan pada semester kedua tahun 2026.
"Ke depan kami akan terus memperkuat program Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, gerakan tanam cabai dan bawang merah, serta memaksimalkan pemanfaatan cold storage di Kurau. Saat ini sudah tersedia dua cold storage dan satu lagi sedang dalam proses pembangunan sehingga diharapkan mampu menjaga pasokan hasil perikanan," ungkapnya.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Prayogi Januardi
Editor: Asti Pradiajayanti
Fotografer: Prayogi Januardi











LEAVE A REPLY