Home Berita Terkini Isi Kuliah Inspirasi di Unmuh Babel, Algafry Rahman: Generasi Z sebagai Agen Techno-Science Preneur

Isi Kuliah Inspirasi di Unmuh Babel, Algafry Rahman: Generasi Z sebagai Agen Techno-Science Preneur

99
0
SHARE
Isi Kuliah Inspirasi di Unmuh Babel, Algafry Rahman: Generasi Z sebagai Agen Techno-Science Preneur

Pangkalan Baru - Bertempat di Auditorium Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Pangkalan Baru, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, ST., hadir sebagai narasumber pada Kuliah Umum, Rabu (05/05/2021).

Kuliah umum ini mengambil tema “Mewujudkan Generasi Z sebagai Penggerak Agen Techno-Science Preneur yang Berkeunggulan” dengan tujuan memberikan wawasan dan motivasi kepada para mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan mereka. Hal ini sekaligus memberi gambaran bahwa generasi Z memiliki tantangan Revolusi Industri 4.0 yang penuh inovasi teknologi dan sains.

Selain Algafry, hadir pula Fadillah Sabri, ST., M. Eng, Rektor Unmuh Babel yang sekaligus membuka acara, dengan moderator Muhammad E.M. Simbolon, M.Pd., yang merupakan Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unmuh Babel.

Sebelum sesi perkuliahan dimulai, Algafry dan Rektor Unmuh menandatangani MoU terkait kesepakatan bersama antara Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tentang Pendidikan, Pengajaran, Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat. MoU ini berlaku selama 3 tahun.

Dalam kuliahnya, Algafry berpesan agar mahasiswa bisa menempatkan diri di manapun berada untuk bisa menjadi tenaga kerja yang berkarakter di masa depan.

“Dalam bermasyarakat, teman adalah investasi maka perbanyaklah silaturahmi. Selain itu Anda juga harus optimis bahwa Tuhan selalu memberikan kelebihan pada setiap orang. Jangan minder. Yakinlah pada setiap zaman memiliki kemudahannya masing-masing,” ujar Algafry memulai kuliahnya.

 Pada sesi tanya jawab, Algafry mendapat pertanyaan tentang techno-science apa yang bisa disarankan untuk mahasiswa generasi Z ini, serta bagaimana menyeimbangkan antara teknologi dengan Tuhan.

“Pada generasi sebelum Anda, ada Steve Jobs, Marck Zukerberg, Nadim Makarim dan sebagainya yang telah menemukan techno-science yang memudahkan kita saat ini. Nanti giliran Anda semua menemukan suatu inovasi yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Caranya yang pertama adalah tekuni satu hal yang paling Anda minati, kemudian pelajari dan jalankan dengan serius sehingga hanya Anda yang ahli di bidang tersebut,” kata Algafry memotivasi para mahasiswa.

Selain itu, Algafry juga mengatakan bahwa sangat penting bagi manusia yang beriman untuk bersandar pada Tuhan meskipun revolusi industri mulai mengedepankan teknologi digital yang luar biasa.

“Kita harus mengingat bahwa teknologi ini tidak menggeser keberadaan kita sebagai makhluk Tuhan. Keahlian apapun adalah pemberian dari Tuhan. Teknologi diciptakan oleh manusia. Jika kita ada kekurangan dalam bidang teknologi, semua bisa dipelajari dengan sungguh-sungguh seizin Tuhan,” tambahnya.

Menyudahi kuliahnya, Bupati Bangka Tengah tersebut tak lupa menyebutkan peran orang tua dalam kesuksesan seorang anak. Ia meminta para mahasiswa untuk selalu meminta doa dan ridho dari orang tua, khususnya Ibu, agar setiap langkah dan cita-cita bisa terkabulkan.

“Bagi saya, kekuatan doa  Ibu adalah keajaiban yang bisa saya sebut Teknologi Ibu. Doa dan harapannya bisa menembus langit untuk kesuksesan anak-anaknya,” tuturnya kepada para mahasiswa yang hadir yang hampir semuanya adalah mahasiswa baru di Unmuh Babel dengan rentang usia termasuk generasi Z.

 

Mengutip dari https://lifestyle.kontan.co.id/ Generasi X adalah orang-orang yang lahir diantara tahun 1965-1980. Mereka lahir dimana teknologi mulai berkembang. Generasi Y disebut juga generasi milenial, masyarakat kebanyakan sekarang dipenuhi oleh generasi Y atau milenial, yakni mereka yang lahir pada tahun 1981-1994. Generasi Y lahir dan tumbuh dimana segala perubahan terjadi. Mereka lebih sadar akan perubahan dan perbedaan dibanding generasi sebelumnya. Tidak sedikit pendiri startup yang disebut di atas datang dari generasi Y, diantaranya Bukalapak, Ruangguru, Tokopedia, dan Gojek. Sementara generasi Z lahir antara tahun 1995-2010. Mereka yang lahir di tahun tersebut sudah familiar dengan teknologi dan tumbuh saat teknologi sudah berkembang pesat. Tidak heran kebanyakan generasi Z sangat bergantung pada gadget. Untuk itulah, diharapkan generasi Z bisa lebih optimal memanfaatkan kelebihan teknologi di zamannya sehingga lebih mampu lagi menciptakan techno-science preneur atau yang lebih dikenal sebagai startup, lebih canggih lagi dari generasi yang sebelumnya.* (APJ/WEE/Foto:MRT/APJ)

 

Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah  

 

Mohon maaf saat ini website sedang dalam pemeliharaan. Untuk melihat dokumentasi kegiatan, silakan kunjungi media sosial kami:

https://www.facebook.com/dinaskominfosta.bateng.3/

https://twitter.com/dinaskominfosta

https://www.instagram.com/dinaskominfosta_bateng/