Home Daerah Jejak Langkah di Hutan Pelawan, Menikmati Healing Berbalut Konservasi Bersama Dewa Rimba

Jejak Langkah di Hutan Pelawan, Menikmati Healing Berbalut Konservasi Bersama Dewa Rimba

1,100
0
SHARE
Jejak Langkah di Hutan Pelawan, Menikmati Healing Berbalut Konservasi Bersama Dewa Rimba

NAMANG — Udara segar Hutan Pelawan menyambut kedatangan 22 muda mudi dari berbagai wilayah Bangka Belitung dalam kegiatan Open Trip Rimba Experience (OTRE) 2026, Sabtu (11/04/2026). Para peserta ini menjadi kelompok pertama yang mengikuti perjalanan edukasi alam yang diprakarsai oleh komunitas Dewa Rimba di Desa Namang, Bangka Tengah.

Selama dua hari satu malam, para peserta diajak menanggalkan hiruk-pikuk perkotaan untuk menyatu dengan alam. Bukan hanya jalan-jalan, kegiatan ini menawarkan pengalaman sensorik yang lengkap mulai dari mencicipi manisnya Madu Kelulut langsung dari sarangnya, hingga tantangan night wildlife exploration untuk mencari fauna eksotis seperti Mentilin (Cephalopachus bancanus) primata endemik dan fauna identitas Provinsi Bangka Belitung, yang dikenal dengan mata bulat besar dan gaya hidup nokturnal, di bawah keremangan cahaya senter.

Para peserta juga menikmati Dinner Dulang, sebuah tradisi makan bersama masyarakat lokal yang dikemas dengan konsep Nganggung Rimba. Kepala Desa Namang, Zaiwan, turut berbagi kisah tentang kemasyhuran Hutan Pelawan.

"Hutan ini bukan sekadar kumpulan pohon, tapi warisan nasional yang meraih penghargaan Taman Kehati In Situ terbaik tingkat nasional. Bahkan, Madu Namang kini telah resmi memiliki sertifikasi Indikasi Geografis (IG) dari Menteri Hukum RI," ujar Zaiwan dengan bangga di hadapan para peserta.

Bagi Ragil (24), peserta asal Toboali, pengalaman ini adalah jawaban dari rasa penatnya.

"Aksesnya dekat dari kota tapi alamnya masih sangat asri. Ini refreshing yang luar biasa. Meski ini even pertama Dewa Rimba, pelayanannya sangat terorganisir," ungkapnya.

Head Project Dewa Rimba, Zikri Alamsyah, menjelaskan bahwa komunitas ini dibentuk oleh beberapa anak muda dengan misi yang jelas, yakni untuk melestarikan hutan melalui edukasi yang tidak membosankan.

"Kami ingin mengajak anak muda dan pemerintah untuk menjaga hutan bukan hanya secara seremonial. Kami ingin melahirkan generasi emas yang peduli bahwa hutan adalah titik tumpu kehidupan manusia," kata Zikri.

Ia juga membocorkan bahwa trip selanjutnya akan menyasar keindahan Mangrove Munjang dan kawasan Bukit Mangkol dalam waktu dekat.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Mewakili pemerintah daerah, Kepala Bidang Pariwisata Bangka Tengah, Hendri Noviyarto, menyatakan bahwa keterlibatan anak muda adalah kunci keberlanjutan sektor pariwisata berbasis alam.

"Kami sangat mendukung penuh kegiatan seperti Open Trip Rimba Experience ini. Kreativitas anak-anak muda di Dewa Rimba membuktikan bahwa wisata edukasi dan konservasi bisa dikemas dengan sangat seru. Pemkab Bangka Tengah akan terus berdiri di belakang pergerakan positif yang melibatkan generasi muda untuk mempromosikan sekaligus menjaga kekayaan alam kita," tegas Kabid Pariwisata.

Bagi Anda yang melewatkan keseruan kali ini, jangan khawatir. Dewa Rimba sudah mulai merancang petualangan berikutnya. Segala informasi dan pendaftaran dapat dipantau melalui akun Instagram resmi mereka di @dewarimba_.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

 

Penulis: Onie R. Bana

Editor: Kumala Sari Dewi

Fotografer: Raditya S. / Budi Randa S.