PANGKALANBARU – Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) dan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) Kantor Cabang Bandara Depati Amir, Muhamad Haekal, menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kamis (10/09/2026).
Adapun bantuan yang diserahkan meliputi Program Bedah Rumah (Rumah Layak Huni) lengkap dengan perabot kepada Supriadi, warga Kelurahan Dul, senilai Rp100 juta. Selain itu, diberikan pula bantuan penyediaan sumur bor sebagai sumber air bersih di Jalan Kejora RT 005 Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalanbaru, senilai Rp15 juta, serta sumur bor di SMP Negeri 2 Kayu Besi, Kecamatan Namang, senilai Rp35 juta. Bantuan juga dilengkapi dengan dua unit kipas angin kepada Supriadi dari PT IASS.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyampaikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura Indonesia yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
“Pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan BUMN,” tutur Algafry.
Algafry mengatakan, bantuan yang diberikan memiliki dampak positif karena menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari hunian yang layak hingga ketersediaan sarana air bersih. Ia menjelaskan, keberadaan sumur bor di SMP Negeri 2 Kayu Besi juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih sehat dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pengajar.
“Bantuan CSR yang diserahkan pada hari ini tentu sangat berdampak positif dan menjawab kebutuhan mendasar warga masyarakat kita, khususnya dalam hal hunian yang layak serta ketersediaan sarana air bersih,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Algafry juga menyampaikan ucapan selamat kepada PT Angkasa Pura Indonesia yang memasuki usia dua tahun. Ia berharap perusahaan tersebut semakin sukses, terus berkembang, serta konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi dunia penerbangan dan turut berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Algafry turut berpesan kepada para penerima manfaat agar bantuan yang telah diberikan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kepada warga dan pihak sekolah penerima manfaat bantuan, saya berpesan agar bantuan yang telah diterima ini dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jaga sarana air bersih serta hunian yang ada agar keberadaannya membawa manfaat jangka panjang bagi kita semua,” pesannya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) Kantor Cabang Bandara Depati Amir, Muhamad Haekal, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Yang kita lakukan adalah bantuan dalam tema Injourney Airports Berbagi. Kita melakukan satu rumah renovasi, kemudian dua titik penyediaan sumber air atau sumur bor. Kita lakukan ini juga sebagai bagian dari kepedulian kami dan juga tanggung jawab sosial kami sebagai perusahaan yang ada di sekitar warga di sini,” jelas Haekal.
Ia menambahkan, penerima bantuan rumah layak huni telah melalui proses survei dan seleksi dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Sementara pembangunan sumur bor dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan, terutama adanya kesulitan mendapatkan sumber air bersih.
“Apalagi saat ini di musim kemarau, tentunya sumber air amat sangat dibutuhkan. Jadi manfaatnya mungkin, kalau dari sisi air lebih banyak manfaatnya, terutama untuk siswa-siswi SMP dan juga satu titik untuk warga,” katanya.
Haekal berharap bantuan rumah layak huni yang diberikan kepada Supriadi dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat. Ia juga memastikan program kepedulian sosial tersebut akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan bentuk bantuan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Jadi kita memang melakukan tiap tahun karena kembali lagi ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial kami, maka dituangkan di dalam program kami. Tahun ke tahun kita lakukan meskipun mungkin bentuknya bisa jadi sama atau berubah, sesuai dengan kondisi atau kebutuhan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Bagi Supriadi (60) dan istrinya, Uliyati (59), bantuan tersebut menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pasangan yang telah tinggal di rumah tersebut selama kurang lebih 30 tahun itu tak henti-hentinya mengucapkan syukur setelah rumah mereka direnovasi menjadi hunian yang lebih layak.
“Perasaannya sangat senang, sangat bersyukur. Semoga berkah bagi kami dan bagi para pemberi, orang-orang baik, seperti PT Angkasa Pura yang telah membantu kami dalam program CSR-nya yang mewujudkan rumah yang lebih layak untuk kami huni,” tutur Supriadi.
Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah Supriadi dan Uliyati terbilang memprihatinkan. Rumah yang mereka tempati selama puluhan tahun tersebut sebelumnya masih menggunakan papan yang telah lapuk, sementara bagian atap dari seng juga mengalami kebocoran.
Uliyati menambahkan, kondisi papan rumah mereka memang sudah tidak layak, ditambah atap yang sering bocor ketika hujan. Kini, keluarga tersebut dapat menempati rumah yang lebih layak dan nyaman berkat dukungan CSR PT Angkasa Pura Indonesia. Uliyati pun mengungkapkan rasa bahagianya setelah menerima bantuan tersebut.
“Senang banget, bergembira, banyak bersyukur,” ujarnya.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Deanty N.
Editor: Asti Pradiajayanti
Fotografer: Prayogi J.











LEAVE A REPLY