Home Berita Terkini LPPM Universitas Brawijaya Malang Rencanakan Program Doktor Mengabdi di Hutan Pelawan Namang

LPPM Universitas Brawijaya Malang Rencanakan Program Doktor Mengabdi di Hutan Pelawan Namang

1,927
0
SHARE
LPPM Universitas Brawijaya Malang Rencanakan Program Doktor Mengabdi di Hutan Pelawan Namang

Koba – Bertempat di Smart Meeting Room Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (14/06/2021), Algafry Rahman, S.T., sambut hangat kedatangan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya Malang (UB) terkait program Doktor Mengabdi yang rencananya difokuskan di Hutan Pelawan, Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah.

Algafry mengucapkan terima kasih kepada tim Doktor Mengabdi karena telah memilih Bangka Tengah sebagai wilayah penelitiannya. Hutan Pelawan yang ada di Desa Namang Bangka Tengah ini merupakan destinasi wisata alam di Bangka Tengah yang memiliki ciri khas vegetasi pohon Pelawan. Di tempat ini banyak yang bisa dikembangkan seperti jamur, madu pahit, madu manis, dan lain-lain.

“Mudah-mudahan apa yang sudah direncanakan ini bisa berjalan dan apa yang diprogramkan Doktor Mengabdi ini nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Bangka Tengah. Kami Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Bupati Bangka Tengah ini dalam sambutannya.

Dr. Eng. Oke Oktavianty., S.Si., M.T. sebagai Ketua Tim Doktor Mengabdi menjelaskan bahwa yang difokuskan pada program ini adalah target-target untuk 5 tahun mendatang.

“Pada tahun pertama 2021 ini, adalah pemetaan potensi Hutan Pelawan sebagai Hutan Wisata, produksi produk olahan berbahan kulit pohon pelawan. Untuk tahun kedua, maket plan pengembangan Hutan Pelawan, pendaftaran merk dagang produk olahan berbahan dasar kulit pohon Pelawan, juga pengolahan jamur, madu, teh dan sebagainya, termasuk pengembangan konsep ecowisata berdasarkan budaya dan kearifan lokal,” jelas Oke.  

Dilanjutkan Oke, tahun ketiga akan fokus pada persiapan standardisasi produk SNI dan pengembangan hutan konservasi. Untuk tahun keempat, fokus pada pengembangan inovasi produk Hutan Pelawan, sentralisasi area Hutan Pelawan (kuliner, homestay dan produk oleh-oleh) dan pengajuan SNI dan HACCP produk. Pada tahun terakhir, akan ada peluncuran Kebun Raya Pelawan Bangka Belitung, produk berstandardisasi dan siap untuk ekspor dengan program peningkatan berkelanjutan.

Dalam paparannya tersebut, Oke berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan berkembangnya UMKM.

“Namun ini semua butuh support dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, UB, juga bekerja sama dengan pemerintah dan industri. Jadi harus ada kolaborasi yang bisa memberikan dampak maksimal kepada masyarakat Kabupaten Bangka Tengah,” tambahnya.

Kegiatan Doktor Mengabdi ini adalah kegiatan tahunan dari LPPM Universitas Brawijaya Malang dengan  didanai oleh universitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selain itu program ini juga bekerja sama dengan Universitas Bangka Belitung, Universiti Teknikal Malaysia Melaka ( UTEM) dan Asia Pacific University Community Engagement Network ( APUCEN).

Zaiwan S.A.P sebagai Ketua Taman Keanekaragaman Hayati Hutan Pelawan berharap dengan diadakannya progam koordinasi awal kegiatan Doktor Mengabdi ini agar bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada di Hutan Pelawan sehingga bisa lebih berkembang.

“Semoga nanti bisa menjadi ikon destinasi wisata Bangka Tengah dan dikenal oleh orang-orang di luar Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Bupati Bangka Tengah, Staff LPPM UB Malang, dosen UBB, staff bagian laboratorium UBB. Sementara itu audiensi digelar di Smart Meeting Room guna terkoneksi dengan dosen lain di UB Malang melalui video conference.* (QRY/APJ/Foto:RDO)

Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah