LUBUK BESAR – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Roudhotul Hidayah, Dusun B1 RT 14, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar pada Senin (15/06/2026) malam. Ratusan jemaah memadati area ibadah guna memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sekaligus menyukseskan agenda tahunan santunan anak yatim.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, Camat Lubuk Besar, Kapolsek Lubuk Besar, Kepala Bidang IKP Diskominfosta Bangka Tengah, serta para Kepala Desa dari Lubuk Besar, Lubuk Lingkuk, dan Lubuk Pabrik.
Kegiatan mulia ini ternyata bukan kali pertama dilaksanakan. Pihak panitia mengungkapkan bahwa agenda menyambut tahun baru Islam dengan berbagi ini telah konsisten digelar selama 10 tahun berturut-turut.
"Harapan kami dari panitia, seluruh lapisan masyarakat dapat terus mendukung agar kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Santunan anak yatim ini dipilih sebagai bentuk nyata kami dalam berbagi kebahagiaan menyambut tahun baru Islam," ujar perwakilan panitia.
Keikhlasan masyarakat dan para donatur membuahkan hasil yang luar biasa. Dana santunan yang terkumpul mengalami lonjakan drastis. Sebelum acara, santunan yang telah mencapai Rp30.350.000,00 ini bertambah dengan santunan yang dikumpulkan selama acara berlangsung, yakni Rp62.350.000,00. Dengan demikian, total dana terkumpul menjadi Rp92.700.000,00.
Dana fantastis tersebut disalurkan sepenuhnya kepada 35 anak yatim, di mana masing-masing anak menerima santunan tunai sebesar Rp2.650.000,00. Tak hanya uang tunai, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Lubuk Besar turut hadir memberikan berkah tambahan berupa paket bingkisan kepada seluruh anak yatim.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bangka Tengah yang berhalangan hadir.
"Bapak Bupati menitipkan salam hangat kepada seluruh jemaah. Beliau berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua di awal tahun, serta menjadi awal yang baik untuk Kabupaten Bangka Tengah," kata Efrianda.
Ia juga mengajak jemaah untuk menyerap betul ilmu yang disampaikan dalam tausiah.
"Mari kita ikuti ceramah yang disampaikan oleh Habib. Semoga apa yang beliau sampaikan dapat menggetarkan hati kita semua dan membawa ilmu baru untuk diterapkan sehari-hari," tambahnya.
Suasana musala kian bergetar saat Habib Husein bin Umar Assegaf naik ke mimbar untuk memberikan siraman rohani. Dengan gaya bahasa yang tegas, komunikatif, dan diselingi guyonan sarkas yang segar, Habib Husein mengingatkan jamaah bahwa bertambahnya tahun berarti semakin dekatnya manusia dengan ajal.
Habib Husein menyentil keras fenomena masyarakat modern yang terlalu sibuk memamerkan kekayaan materi dan "wajah palsu" di media sosial, namun melupakan ibadah.
"Punya motor NMax, PCX, Aerox, tapi dak pernah salat di saf terdepan, salatnya ketinggalan terus. Apa manfaatnya? Semua akan dihisab. Yang halal akan dihisab, yang haram akan diazab!" tegas Habib.
Habib juga menyoroti penggunaan filter foto dan skincare di media sosial (Facebook, Instagram, TikTok) yang berlebihan dan sering membuat manusia tertipu akan indahnya duniawi. Secara jenaka namun menohok, Habib mengajak jemaah membayangkan berfoto selfie layaknya jenazah yang dibedaki tebal dan disumbat kapas agar selalu ingat mati.
Mengutip lirik lagu Ustaz Derry Sulaiman, Habib Husein menegaskan bahwa siapapun mulai dari rakyat biasa, orang kaya, pejabat, wakil bupati, camat, kades, hingga ustaz sekalipun pasti akan mati dan hanya membawa kain kafan, bukan ponsel pintar atau harta benda.
Di akhir tausiahnya, Habib memberikan 3 pesan kunci yang wajib dibawa pulang oleh jemaah, yaitu luruskan niat ibadah kita, siapkan bekal (amal salih) sebelum datangnya wafat, dan jaga anak-anak kita di rumah, karena merekalah aset terbaik (penyelamat) kita di akhirat kelak melalui doa-doa tulus mereka.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, panjang umur dalam ketaatan, serta berkah melimpah untuk seluruh masyarakat Bangka Tengah di tahun yang baru ini. *Sumber: Diskominfosta Bateng
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Asti Pradiajayanti
Fotografer: Onie R. Bana / Budi Randa Saputra











LEAVE A REPLY