Home Daerah Nganggung di Sarangmandi, Algafry Harapkan Masyarakat Jaga Kerukunan

Nganggung di Sarangmandi, Algafry Harapkan Masyarakat Jaga Kerukunan

221
0
SHARE
Nganggung di Sarangmandi, Algafry Harapkan Masyarakat Jaga Kerukunan

SUNGAISELAN – Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H/2023 M, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama Ketua TP PKK Bangka Tengah, Eva Algafry, menghadiri kegiatan tausiyah di Masjid Istiqomah, Desa Sarangmandi, Kecamatan Sungaiselan, Kamis (28/09/2023).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H/2023 M ini mengundang Habib Alwy bin Abdulloh Bakbud untuk mengisi tausiyah tentang meneladani dan menerapkan nilai-nilai akhlak mulia yang patut diteladani dari Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Algafry Rahman mengatakan kegiatan rutin keagamaan seperti ini perlu dilakukan agar masyarakat selalu meningkatkan pengetahuan tentang Islam serta mampu menjaga keimanan dan ketakwaan.

"Alhamdulillah hari ini kita memperingati Maulid Nabi di Sarangmandi dan ini merupakan upaya kita semua dalam menjaga keimanan kita kepada Allah SWT. Kegiatan ini bisa dijadikan pengingat bagi kita semua untuk selalu meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan kita," ujar Algafry saat sambutan.

Ia juga berpesan agar masyarakat selalu menjaga ketertiban, keamanan, serta tidak terprovokasi atau mudah diadu domba mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik.

"Saudaraku semua yang hadir di sini, tolong diingat, sekarang ini kita sudah memasuki tahun politik dan pasti ada perbedaan pilihan kita. Saya harap semua masyarakat di sini tidak terpecah-belah dan tidak saling menghina karena perbedaan pilihan ini," kata Algafry.

Selain tausiyah, peringatan Maulid Nabi di Masjid Istiqomah ini juga menggelar adat istiadat masyarakat setempat yakni nganggung bersama. Masyarakat datang ke masjid dengan memanggul makanan yang disusun di dalam dulang (nampan bundar) yang ditutup tudung saji dari masing-masing rumahnya untuk kemudian dimakan bersama-sama.

Menurut Algafry, adat istiadat yang terus dilestarikan ini merupakan budaya yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas bangsa.

"Nganggung ini kearifan lokal yang luar biasa. Nganggung memiliki makna bahwa hidup harus disertai dengan kebersamaan dan gotong royong. Hal ini perlu kita wariskan kepada anak-anak kita nantinya agar mereka tetap mengenal budaya nganggung ini," jelasnya.

Ia juga berharap dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan adat nganggung ini, masyarakat terus melakukan silaturahmi dan dapat saling menjaga kerukunan agar tercipta ukhuwah sesuai dengan teladan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

 

 

Penulis: Yudi Rispandy

Editor: Asti Pradiajayanti

Fotografer: Prayogi Januardi