Home Berita Instansi dan Kementerian Optimalkan Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Bangka Tengah Gelar Raker Pemanfaatan DTSEN

Optimalkan Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Bangka Tengah Gelar Raker Pemanfaatan DTSEN

598
0
SHARE
Optimalkan Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Bangka Tengah Gelar Raker Pemanfaatan DTSEN

KOBA – Guna mempertajam akurasi pembangunan dan mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) menggelar Rapat Kerja (Raker) Coaching Clinic Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Sosialisasi SOP Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (3–4 Juni 2026) di Ruang Rapat Besar Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Tengah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Statistik, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bangka Tengah dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Tengah ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan tata kelola data, serta membangun kapasitas teknis seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga pemerintahan desa.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, menegaskan bahwa data merupakan sebuah aset kekuatan yang sangat strategis dalam menentukan berhasil atau tidaknya tata kelola pemerintahan dan pembangunan, terutama dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini disampaikan Sekda dalam pembukaan acara, Rabu (03/06/2026) pagi.

"Data menjadi salah satu faktor utama berhasil atau tidaknya kita mengolah tujuan pembangunan. Kita memandang bahwa data adalah sebagai suatu kekuatan yang strategis. Oleh karena itu, melalui semangat Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia, Kabupaten Bangka Tengah kini telah mengintegrasikannya ke dalam program inovasi daerah, yakni SIKOK DATA," tegas Ahmad Syarifullah Nizam.

Sekda menjelaskan, pemanfaatan DTSEN harus diwadahi secara formal dan sistematis agar dapat digunakan oleh seluruh sektor pembangunan. Oleh sebab itu, kegiatan ini diklasifikasikan sebagai Rapat Kerja (Raker), bukan sekadar koordinasi biasa (Rakor).

"Para peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut aktif menyusun dokumen KAK spesifik yang berfungsi sebagai proposal resmi untuk memperoleh hak akses data langsung dari Kementerian PPN/Bappenas," jelas Sekda.

Sesuai Peraturan BPS Nomor 6 Tahun 2025, DTSEN merupakan basis data tunggal yang memadukan DTKS (Kemensos), P3KE (Kemenko PMK), dan REGSOSEK (Bappenas) yang telah disinkronkan dengan data DUKCAPIL.

Kehadiran DTSEN menjadi solusi atas 3 masalah krusial bantuan sosial, yakni lebih tepat sasaran dengan menghapus kekeliruan pemberian bantuan pada warga mampu dan menjaring warga miskin riil, bebas data ganda, karena mengintegrasikan data lintas instansi menjadi satu induk data tunggal, serta penyaluran yang cepat dengan memangkas birokrasi sehingga bantuan tersalurkan secara cepat dan transparan.

Per awal 2026, sistem DTSEN mencatat 211.223 jiwa individu dan 68.794 keluarga aktif di Bangka Tengah. Akibat dinamika ekonomi, angka kemiskinan makro daerah sempat naik menjadi 6,70% pada tahun 2025 (tetap di bawah nasional sebesar 8,25%).

Merespons hal ini, Pemkab menetapkan target penurunan progresif dalam RPJMD 2025 – 2030, yakni:

1. Target Kemiskinan Makro 2026: Turun ke angka 5,12% (dan menjadi 3,98% di tahun 2030). 

2. Target Kemiskinan Ekstrem (Desil 1): Wajib tuntas 0% mulai tahun 2026.

Melalui sinergi lintas sektoral yang solid dan berpegang pada basis data tunggal yang valid, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah optimis dapat mewujudkan pembangunan yang berorientasi nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. *Sumber: Diskominfosta Bateng

 

Penulis: Onie R. Bana

Editor: Asti Pradiajayanti  

Fotografer: Prayogi Januardi / Redoh Soniman