Home Berita Instansi dan Kementerian Pemkab Bangka Tengah Hapus Jejak Kumuh di Kurau, 70 Keluarga Kini Punya Rumah Layak Huni dan Sertifikat

Pemkab Bangka Tengah Hapus Jejak Kumuh di Kurau, 70 Keluarga Kini Punya Rumah Layak Huni dan Sertifikat

770
0
SHARE
Pemkab Bangka Tengah Hapus Jejak Kumuh di Kurau, 70 Keluarga Kini Punya Rumah Layak Huni dan Sertifikat

KOBA – Senyum semringah terpancar dari wajah warga Desa Kurau dan Kurau Barat pada Selasa (27/01/2026). Bertempat di Pasar Ikan Desa Kurau Barat, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, secara resmi menyerahkan kunci rumah swadaya dan sertifikat tanah kepada puluhan keluarga penerima manfaat.

Peresmian ini menandai babak baru dalam penataan kawasan pesisir melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Algafry Rahman menekankan bahwa program ini bukan sekadar urusan semen dan bata, melainkan investasi masa depan bagi kesejahteraan keluarga di Bangka Tengah.

"Rumah yang layak huni dan kepastian hukum atas tanah adalah fondasi utama ketentraman keluarga. Melalui pola swadaya, kita tidak hanya membangun fisik, tapi juga menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat," ujar Algafry.

Langkah ini merupakan bagian dari ambisi besar Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk mencapai "Nol Hektar Kumuh". Desa Kurau dan Kurau Barat memang menjadi prioritas utama penanganan sejak 2024 hingga 2025.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, Rahmat Wibowo, memaparkan rincian teknis pembangunan yang melibatkan kolaborasi anggaran pusat dan daerah, yakni;

Pembangunan Baru: Total 60 rumah (40 unit di Desa Kurau Barat dan 20 unit di Desa Kurau).

Rincian dana per unit: Rp50.820.000,00 bersumber dari DAK PPKT 2025. Rp19.360.000,00 bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Tengah untuk pekerjaan atap dan upah pekerja.

Peningkatan Kualitas: Total 10 rumah (7 unit di Desa Kurau dan 3 unit di Desa Kurau Barat).

Rincian dana per unit: Rp20.328.000,00 bersumber dari DAK PPKT 2025. Rp19.360.000,00 bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Tengah untuk pekerjaan atap dan upah pekerja.

Selain fisik bangunan, program Konsolidasi Tanah dari Kementerian ATR/BPN juga berhasil menerbitkan 140 sertifikat bidang tanah, memberikan kepastian hukum yang selama ini diidamkan warga.

Sisi emosional acara ini tercermin dari kisah Ibu Resi (31), seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai nelayan. Selama tujuh tahun, ia tinggal di rumah kayu dengan kondisi yang sangat sederhana.

"Alhamdulillah, dari rumah kumuh jadi gedung. Bagi kami rakyat kecil, ini seperti rumah idaman, seperti istana. Dulu bangunan kayu, sekarang sudah beton," ungkap Ibu Resi dengan penuh rasa syukur.

Meskipun mendapatkan bantuan stimulan, Ibu Resi dan keluarganya juga turut berswadaya menambah fasilitas seperti keramik dan dinding tambahan untuk menyempurnakan hunian baru mereka.

Tidak berhenti di Kurau, Algafry juga mengungkapkan rencana strategis jangka panjang. Fokus penanganan kawasan kumuh akan bergeser ke wilayah lain pada tahun-tahun mendatang, yakni pada tahun ?2027 akan fokus pada Desa Batu Belubang dan tahun 2028 mendatang akan difokuskan pada Kecamatan Sungaiselan.

Bupati juga menyoroti potensi wisata Desa Kurau, khususnya penguatan posisi Pulau Ketawai dan rencana pembangunan infrastruktur.

"Kita lagi kolaborasi juga dengan teman-teman dari Kejati untuk menguatkan posisi Pulau Ketawai di Kabupaten Bangka Tengah, ya, juga pembangunan infrastruktur seperti cekdam, sheet pile, jetty hingga pengerukan alur muara telah diajukan ke Kementerian PUPR untuk tahun 2027 guna mendukung UMKM dan daya tawar destinasi wisata setempat," pungkas Algafry.

Dalam kegiatan ini dilakukan penyerahan sertifikat tanah secara simbolis oleh Bupati Bangka Tengah, Kepala Kanwil BPN Provinsi Babel, Kepala Kantor Pertanahan Bateng serta Forkopimda. Diserahkan juga piagam penghargaan kepada Forkopimda, instansi vertical, serta mitra yang telah berperan aktif dan berkontribusi dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bangka Tengah, serta warga setempat juga menerima bantuan sembako dari Baznas Bateng dan bantuan makanan tambahan dari Dinkes Bateng.

Turut hadir dalam kegiatan ini, jajaran Forkopimda Bateng, Kepala Kanwil BPN Babel, Kepala Kantor Pertanahan Bateng, Perwakilan Dinas PUPR Provinsi Babel, Kepala Dinas PUTRP Bangka Tengah, Camat Koba, Kepala Desa Kurau Barat, perwakilan PLN ULP Koba, perwakilan PT Arsari Tambang, perwakilan Baznas Bateng, perwakilan PT Mowilex Cabang Bangka, dan perwakilan bank daerah. *Sumber: Diskominfosta Bateng

 

Penulis: Onie R. Bana / Deanty N.

Editor: Asti Pradiajayanti

Fotografer: Prayogi J.