Home Daerah Pertemuan Konsultasi Masyarakat Terkait Banjir Bateng, Hadirkan Konsultan dari Korsel

Pertemuan Konsultasi Masyarakat Terkait Banjir Bateng, Hadirkan Konsultan dari Korsel

174
0
SHARE
Pertemuan Konsultasi Masyarakat Terkait Banjir Bateng, Hadirkan Konsultan dari Korsel

KOBA – Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PSM) Banjir Kabupaten Bangka Tengah digelar di Ruang Rapat VIP, Kantor Bupati Bangka Tengah, Selasa (13/09/2022). Dalam gelaran PSM ini membahas penanganan banjir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dimana Kabupaten Bangka Tengah merupakan salah satu pilot project dari Bangka Island Flood Management in Bangka Belitung Province.

Bangka Island Flood Management in Bangka Belitung Province atau penanganan banjir di Provinsi Babel ini merupakan kerja sama antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Babel, PUPR Indonesia (EDCF-financed) dengan melibatkan konsultan dari Kunhwa Engineering and Consulting Co. Ltd. (Korea), PT. Indra Karya (Persero) (Indonesia) dan PT. Aditya Engineering Consultant (Indonesia).

Lebih lanjut, lama proyek ini diketahui akan berlangsung selana 14 bulan atau 420 hari, sejak 1 Agustus 2022 hingga 24 September 2023.

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan bencana banjir di Koba dan Pangkalan Baru oleh Sung Tae Lee selaku Engineering Service Team Leader dan Ir. Johanes Sudarsiman selaku Co-Team Leader berdasarkan hasil permodelan HEC-RAS serta hasil observasi lapangan pada lokasi banjir di Sungai Cauyan (Gertak Topekong) menuju Sungai Berok.

Dari hasil observasi yang telah dilakukan di lapangan menghasilkan beberapa solusi, yakni elevasi outlet saluran sudetan lebih rendah dari pada elevasi bozem, dibuat lubang agar air dan sudetan bisa mengalir ke dalam bozem, lokasi bozem penuh dengan sedimen, perlu adanya perawatan Flap Gate yang digunakan untuk menahan air dari Sungai Berok.

Ketika ditemui, Sekretaris Daerah Bangka Tengah, Sugianto mengatakan ada 3 kawasan kumuh yang rentan banjir di Bangka Tengah yakni Koba, Pangkalan Baru dan Sungaiselan, yang mana di titik-titik tersebut sudah dilakukan pemantauan.

"Alhamdulillah hari ini kita menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat Banjir Kabupaten Bangka Tengah bersama konsultan langsung dari Korea, khusus membahas penanganan banjir di Bangka Tengah berupa masterplan," ujar Sugianto.

Sugianto turut bersyukur atas rencana penanggulangan banjir di Bangka Tengah dan siap mendukung rencana penanggulangan banjir tersebut.

"Dengan adanya masterplan ini, kita tinggal menempatkan yang mana porsi pusat, provinsi dan daerah, dan yang jelas kita berharap ini bisa dibangun di tahun 2023, meskipun pihak sana menyatakan 2024 untuk fisiknya. Setidaknya dengan masterplan ini penanganan banjir lebih terarah, sehingga Bateng lebih hebat lagi dengan tidak ada lagi kawasan banjir," harapnya optimis.

Turut dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bangka Tengah, Kepala DPUTRP Bangka Tengah, Kepala BPBD Bangka Tengah, Kepala Dinsos-PMD Bangka Tengah, perwakilan Diperkimhub Bangka Tengah, perwakilan Bappelitbangda Bangka Tengah, perwakilan DLH Bangka Tengah, perwakilan PUPRPRKP Provinsi Kepulauan Babel, perwakilan Bappeda Provinsi Kepulauan Babel, perwakilan DLH Provinsi Kepulauan Babel, perwakilan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, serta Tim BWS Babel. *Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

Penulis: Prayogi J

Editor: Asti P

Fotografer: Prayogi J