Home Berita Instansi dan Kementerian Resmi Ditutup, Pelatihan TMT Diharap Tingkatkan Produktivitas Angkatan Kerja Bateng

Resmi Ditutup, Pelatihan TMT Diharap Tingkatkan Produktivitas Angkatan Kerja Bateng

545
0
SHARE
Resmi Ditutup, Pelatihan TMT Diharap Tingkatkan Produktivitas Angkatan Kerja Bateng

PANGKALANBARU - Bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Pangkalanbaru, kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Bangka Tengah bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, resmi ditutup Senin (24/07/2023).

Mewakili Bupati Bangka Tengah, Asisten Bidang Administrasi Umum, Elly Irsyah, menutup secara resmi pelatihan TMT yang telah dilaksanakan sejak tanggal 6 hingga 21 Juli 2023 yang lalu. Adapun pelatihan TMT ini diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari masyarakat di wilayah Kecamatan Pangkalanbaru.

"Pertama saya ucapkan selamat kepada para peserta pelatihan yang telah mengikuti pelatihan lebih kurang selama 2 minggu dan dinyatakan lulus oleh pihak BPVP Bandung Barat," ujar Elly Irsyah dalam sambutannya.

Elly mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat agar mampu mandiri dalam berwirausaha.

Ia juga menuturkan bahwa adanya pelatihan TMT ini adalah salah satu bentuk dukungan dari Pemkab Bateng menyiapkan angkatan kerja yang ada agar mampu menjadi produktif.

"Program ini merupakan dukungan dari kita di Pemkab untuk masyarakat agar usia produktif yang ada ini dapat membuka lapangan usaha dan meminimalisir angka pengangguran," katanya.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar ilmu yang telah diperoleh dapat diimplementasikan dengan baik dalam berwirausaha.

"Saya harap pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta dalam mengembangkan usaha melalui kompetensi pelatihan yang dimiliki," pesan Elly.

Sementara itu Kepala BPVB Bandung Barat yang turut hadir, Mohamad Yusuf, mengatakan Pelatihan TMT ini merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan RI yang bekerja sama dengan seluruh Pemerintah Daerah dalam menghadapi peningkatan angkatan kerja yang ada di Indonesia.

"Di Provinsi Babel sendiri ada peningkatan angkatan kerja sebanyak 16.582 dibanding tahun 2022, dan pelatihan ini merupakan upaya Pemerintah Pusat untuk mengelola angkatan kerja ini agar memiliki kompetensi yang produktif sehingga tidak terjebak nantinya menjadi angka pengangguran," ujar Yusuf.

Sebagai informasi, dalam Pelatihan TMT ini terdapat 3 kategori pelatihan yang diberikan kepada peserta, yaitu Pembuatan Roti dan Kue, Pengolahan Ikan, dan Budidaya Ikan Hias.

Menurut Kepala DPMPTK Bateng, Aisyah Sisylia, setelah berakhirnya pelatihan ini, para peserta akan tetap diberikan dukungan oleh Pemkab Bateng dalam pengembangan kompetensi berwirausaha melalui berbagai program.

"Kita tentunya akan terus membantu para peserta yang telah selesai pelatihan. Kita akan berikan program misalnya seperti pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TKM), lalu kita juga bekerja sama dengan Disperindagkop-UKM dalam membantu mengembangkan usaha para peserta," ujar Sisylia.

Ia berharap melalui program-program ini dapat meningkatkan UMKM serta hadirnya pengusaha-pengusaha muda di Bateng yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat khususnya di Bangka Tengah. *Sumber: Diskominfosta Bateng

 

Penulis : Yudi Rispandy

Editor : Asti Pradiajayanti

Fotografer : Yudi Rispandy