KOBA – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Utsman Bin Affan, Kelurahan Arung Dalam, pada Jumat (06/03/2026) sore. Yayasan Arraisyah Alhams Center sukses menggelar kegiatan "Ramadan Berbagi" yang dirangkaikan dengan tausiyah serta buka puasa bersama.
Acara yang menjadi agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Ketua TP-PKK Bangka Tengah, Eva Algafry, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Koba, serta para orang tua santri dan tokoh masyarakat setempat.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan kepada 24 anak yatim/piatu yang berasal dari lingkungan sekitar pondok pesantren dan unit pendidikan di bawah Yayasan Arraisyah. Dana santunan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sumbangan dari para orang tua murid TK/PAUD Arraisyah serta wali santri Ponpes Utsman Bin Affan.
Mudir (Pimpinan) Ponpes Utsman Bin Affan, Ustaz Aidil Putra Dzulkarnain, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah imaniyah.
"Alhamdulillah, ini adalah tahun kedua kita laksanakan. Selain berbagi, kami ingin mengabarkan bahwa pesantren ini terus berkembang. Saat ini sudah ada 123 santri yang menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, hingga SMA," ujar Ustaz Aidil.
Dalam sambutannya, Algafry Rahman memberikan apresiasi tinggi terhadap peran pesantren dalam membentengi moral generasi muda. Beliau mengaku bangga melihat semaraknya aktivitas keagamaan di sekolah-sekolah dan pesantren di Bangka Tengah selama bulan suci.
"Kita bersyukur putra-putri kita mau disekolahkan di pesantren. Ini adalah modal besar bagi orang tua agar anak-anak mengenal Allah Swt. sejak dini," tutur Algafry. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh Ponpes Utsman Bin Affan.
Menjelang waktu berbuka, Ustaz Aidil memberikan tausiyah mendalam mengenai Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup (Hudallinnas). Ia membedah tiga tahapan agar seseorang mendapatkan hidayah melalui Al-Qur'an.
"Ada tiga tahapan, yakni Membaca dengan Tartil: melatih fokus dan akal agar terhindar dari kepikunan di masa tua, Tadabur dan Memahami: tidak hanya sekadar menjalankan ibadah, tapi mengerti kaidah dan rukunnya, Mengamalkan: menjadikan nilai-nilai Qur’ani sebagai praktik nyata sehari-hari," jelasnya.
Ustaz Aidil juga memberikan pesan kepada para orang tua dan guru.
"Hidayah taufiq (kemauan menerima kebaikan) adalah milik Allah. Tugas kita sebagai orang tua dan guru adalah terus mengajak dan berdoa, jangan pernah putus asa dalam mendidik," pesan Ustaz Aidil menutup ceramahnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dengan menu yang telah disiapkan secara gotong royong. Semangat berbagi ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Bangka Belitung untuk menebar manfaat bagi masyarakat sekitar. *Sumber: Diskominfosta Bateng
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Budi Randa Saputra
Fotografer: Redoh Soniman











LEAVE A REPLY