Home Berita Terkini Seminar Sustainabilitas Timah Nasional, Algafry Rahman Harap Berdampak Optimal

Seminar Sustainabilitas Timah Nasional, Algafry Rahman Harap Berdampak Optimal

1,319
0
SHARE
Seminar Sustainabilitas Timah Nasional, Algafry Rahman Harap Berdampak Optimal

Pangkalan Baru – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, S.T., hadiri Seminar Nasional bertajuk Sustainabilitas Timah Nasional - Refleksi Fakta dan Harapan, Senin (13/12/2021) di Hotel Novotel, Kecamatan Pangkalan Baru.

Seminar ini digelar oleh Babel Resources Institute (BRINST) dan dihadiri oleh Walikota/Bupati se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Kementerian ESDM Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya, S.E.,MM., Wakil Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Reza Andriansyah, dipandu oleh Moderator Kris Mada.

Algafry Rahman ketika ditemui menyampaikan bahwa seminar ini menunjukkan adanya kebersamaan antara stakeholder yang terlibat, baik pemerintah maupun pihak terkait lainnya dalam pengendalian industri timah nasional.

“Dengan adanya seminar ini, diharapkan dapat membawa dampak optimal bagi negara dan masyarakat, dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Bangka Tengah,” harapnya.

Bupati Bangka Tengah juga mengharapkan cadangan timah nasional kiranya dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang dan penting untuk menerapkan prinsip keberlanjutan atau sustainability dalam industri timah nasional.

Pada kesempatan itu Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc mengatakan bahwa industri timah nasional penting bagi perekonomian negara.

“Cadangan timah nasional diperkirakan hanya tersisa untuk sampai tahun 2046, tidak boleh hanya dinikmati di masa kini saja karena generasi mendatang punya hak untuk ikut menikmatinya. Penerapan prinsip sustainability diwujudkan dengan cara setiap eksportir timah wajib menyusun Rencana Kerja Anggaran dan Belanja (RKAB) dan wajib disahkan oleh pemerintah. Tidak bisa lagi mengekspor tanpa mengacu ke RKAB,” ujar Ridwan Djamaluddin.

Sementara itu, Bambang Patijaya mengisi paparan yang berjudul “Menuju Tata Niaga Pertimahan Baru”, mengusulkan bahwa pemerintah harus hadir untuk mengatur Tata Niaga Pertimahan demi mendapatkan manfaat tidak hanya bagi pemerintah tapi terutama kepada masyarakat.

“Dengan seminar ini akan mengajak ke arah yang lebih jelas. Dengan RKAB yang terkontrol maka produksi timah Indonesia juga akan terkontrol. Dan ini akan berkontribusi langsung kepada suplai timah dunia,” kata Bambang Patijaya.

“Saya optimis bahwa dengan pengaturan penambangan timah sekarang ini kita bisa mempengaruhi harga pasar, kita berharap harga timah ini tidak anjlok. Dengan situasi seperti ini mudah-mudahan kita bisa memberi manfaat kepada masyarakat, bagaimana masyarakat ini dapat bekerja. Kita juga ingin mencari celah dan inovasi bagaimana dalam pertimahan ini negara mendapatkan manfaat, masyarakat bisa bekerja dan lingkungan bisa terjaga,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Gubernur Babel, perwakilan Kapolda Babel, perwakilan DPRD Babel, perwakilan Bupati/Walikota se-Babel, Kepala Bank Indonesia, perwakilan Bank BUMN, perwakilan PT Timah, perwakilan ESDM Babel, perwakilan Disperindag Babel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBB, UNMUH, STIH PERTIBA, dan para stakeholder lainnya.* (YHP/APJ/Foto:YHP)

Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah