NAMANG – Menjelang Ramadan tahun 2026, hamparan sawah di Desa Namang menjadi saksi keberhasilan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Panen Raya Padi Sawah dan Murok Jerami melalui program unggulan 'Jaksa Mandiri Pangan', Rabu (18/02/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Sawah Pelawan Desa Namang ini bukan hanya seremoni panen saja, tetapi juga menjadi bukti nyata dukungan daerah terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Acara ini dibuka dengan suasana kental akan budaya lokal, Algafry Rahman, Bupati Bangka Tengah dan Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, disambut di Desa Namang yang kini mengelola luas baku lahan sawah sebesar 53,51 hektar dengan produktivitas mencapai 5,39 ton/ha.
Lahan ini dikelola oleh 152 petani yang tergabung dalam Gapoktan Namang Sebelukar dan Poktan Pacir Jaya 2. Varietas yang dipanen pun beragam, mulai dari Inpari 32, Inpari 42, Pandan Wangi, hingga varietas lokal Merah Mahadi.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang hadir meninjau langsung hasil panen, menyatakan apresiasinya atas keberhasilan petani binaan Adhyaksa.
"Hari ini kita buktikan bahwa Petani Adhyaksa berhasil panen perdana. Kalau kita olah sungguh-sungguh, hasilnya memuaskan," ujar Hidayat.
Ia juga menekankan agar sinergi ini didukung oleh sektor swasta melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Saya berharap CSR dari PLN, PT Timah, dan perbankan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga dialokasikan untuk ketahanan pangan. Tinggal semangatnya saja, kita tidak akan kekurangan pangan,” tegasnya.
Senada dengan Gubernur, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, memastikan bahwa Pemerintah Daerah akan terus mengawal keberlanjutan program ini melalui penyediaan fasilitas dan riset pertanian.
"Ini kolaborasi yang luar biasa. Kami akan terus mengupayakan agar kegiatan ini didampingi rekan-rekan Kejari Bangka Tengah untuk menyiapkan kebutuhan petani, baik itu riset maupun dukungan berupa pupuk," jelas Algafry.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Kejaksaan yang memberikan warna baru dalam pembangunan pertanian di wilayahnya.
"Ini kolaborasi yang luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajari dan Pak Kajati yang telah membangun sinergi ketahanan pangan ini," tutur Algafry di sela-sela kegiatan panen.
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Abvianto Syaifulloh, menjelaskan bahwa peran Kejaksaan kini melampaui penegakan hukum dengan masuk ke ranah pendampingan ekonomi desa.
"Jaksa Mandiri Pangan memberikan pendampingan mengenai tata kelola keuangan desa maupun tata kelola pertanian. Kami memberikan kontribusi agar program ini mendukung penuh program Bapak Presiden Prabowo," ungkap Abvianto.
Selain padi, program ini juga menyentuh sektor hortikultura, perikanan (protein), dan buah-buahan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berencana mereplikasi kesuksesan di Desa Namang ke desa-desa potensial lainnya seperti Desa Belilik dan Desa Kerakas.
Sayangnya, kegiatan ini diguyur hujan lebat menyebabkan prosesi Murok Jerami tidak dilaksanakan seperti biasanya. Murok Jerami ini sendiri merupakan sebuah tradisi syukur atas hasil bumi yang melimpah.
Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Desa Namang, Zaiwan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian besar yang diberikan kepada para petani melalui pendampingan hukum dan administratif dari Kejaksaan.
"Pendampingan Kejaksaan bukan hanya soal administrasi atau dana desa, tapi juga soal pembinaan UMKM dan pelestarian kearifan lokal seperti Murok Jerami ini," ungkap Zaiwan.
Ia berharap martabat petani terus terangkat.
"Dulu, perhatian mungkin tidak sebesar ini. Sekarang, berkat dukungan semua pihak, martabat petani diangkat dan kami berharap desa-desa lain di Bangka Tengah bisa melakukan hal yang sama untuk masyarakatnya," pungkasnya.
Diketahui, data Teknis Panen Raya Desa Namang kali ini adalah sebagai berikut:
- Skala Luas: 53,51 Hektar
- Produktivitas: 7 Ton/Ha
- Diversifikasi Benih: Menggabungkan teknologi benih nasional (Inpari) dengan kearifan lokal (Merah Mahadi)
- Pemberdayaan Desa: Melibatkan 152 warga lokal yang tergabung dalam Poktan dan Gapoktan.
Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, Pejabat Tingkat Provinsi dan Instansi Vertikal Kepulauan Bangka Belitung, Forkopimda Bangka Tengah, Pejabat Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Camat Namang, Kepala Desa se-Kecamatan Namang, POKTAN (Kelompok Tani) dan GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Desa Namang. * Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Redoh Soniman











LEAVE A REPLY