KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) bersama Kepolisian Resor (Polres) Bangka Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Menumbing 2026 di Aula Pratisara Wirya, Rabu (11/03/2026) pagi. Rapat ini menjadi langkah krusial dalam memastikan kesiapan pelayanan dan pengamanan menjelang perayaan Idulfitri 1447 H di wilayah Bangka Tengah.
Dalam sambutannya, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Nyoman Bratasena, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang meningkat secara kuantitatif maupun kualitatif dalam dua tahun terakhir.
“Banyak kecelakaan fatal, seperti adu banteng, yang menimpa anak muda akibat kurang fokus atau bercanda saat berkendara. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dengan memperhatikan empat faktor utama, yaitu manusia, kelayakan kendaraan, kondisi jalan, dan faktor alam,” ujar Kapolres.
Selain laka lantas, Polri juga menyoroti potensi kriminalitas di rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Sebagai solusi, Polres dan Polsek di Bangka Tengah membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang ingin mudik agar merasa lebih tenang.
Menanggapi hal ini, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan bahwa seluruh instansi harus siaga penuh. Mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri, ia menyatakan bahwa Kepala Daerah dilarang keluar daerah sejak satu minggu sebelum hingga satu minggu sesudah Lebaran demi memastikan kondisi wilayah tetap kondusif.
Bupati juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik untuk tetap menjalin komunikasi dengan lingkungan sekitar. Dirinya menekankan pentingnya peran tetangga dalam menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan.
"Tugas pengamanan ini bukan hanya Polri dan TNI, tapi tugas kita bersama. Kalau mau bepergian lama, tetangga sebelah harus tahu. Komunikasi itu penting supaya kalau terjadi sesuatu pada listrik atau kompor, tetangga adalah pihak paling dekat yang bisa memantau," ujar Algafry.
Ia juga memberikan instruksi spesifik kepada sejumlah instansi vertikal dan daerah untuk menjamin kenyamanan masyarakat, seperti Dinas Kesehatan khususnya Rumah Sakit, wajib on-call 24 jam dan puskesmas dilarang cuti bersama.
“Pasca Lebaran biasanya tensi dan kolesterol meningkat, sehingga pelayanan kesehatan tidak boleh kosong. Kami juga meminta pihak PLN menjamin tidak ada pemadaman listrik. Jangan sampai listrik padam saat warga sedang memasak opor ayam,” ucap bupati berkelakar.
Bupati juga memastikan stok pangan aman dan meminta kepolisian menindak tegas oknum SPBU jika terjadi penimbunan yang menyebabkan antrean panjang. Selain itu, dinas terkait juga diminta memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur mudik berfungsi optimal untuk menekan angka kecelakaan malam hari.
Berdasarkan paparan Polsek Koba, arus mudik diperkirakan melonjak 30% hingga 40%. Untuk mengantisipasi hal tersebut, telah disiapkan empat Pos Pengamanan (Pos Pam) dan satu Pos Pelayanan (Pos Yan) yang tersebar di beberapa titik strategis. Pengamanan ini melibatkan personel gabungan dari Polri (100 personel), TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes dan BPBD.
Bupati juga mengingatkan bahwa Idulfitri tahun ini berdekatan dengan perayaan Nyepi. Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bangka Tengah agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan damai.
"Pengamanan bukan hanya tugas TNI-Polri, tapi tugas kita bersama. Saya minta para Kades membuat surat edaran agar warga yang mudik melapor ke tetangga atau pihak keamanan," pungkas Algafry.* Sumber: Diskominfosta Bateng
Penulis: Onie R. Bana
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Redoh Soniman



.jpeg)







LEAVE A REPLY