KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit TBC Kabupaten Bangka Tengah di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Bangka Tengah, Rabu (17/06/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, yang hadir dan membuka rapat tersebut mengatakan bahwa Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia dan salah satu penyebab kematian, sehingga perlu dilaksanakan program penanggulangan TB secara terintegrasi dan berkesinambungan.
Berdasarkan laporan Global Tuberculosis Report (GTR) tahun 2025, Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia dengan perkiraan 1.080.000 kasus baru dan kematian 126.000 per tahun.
"Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen dalam penanggulangan TBC melalui program eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TBC tahun 2050. Program penanggulangan TBC menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden pada bidang kesehatan melalui skrining massal integrasi deteksi dan pengobatan menyeluruh, " jelas Sekda.
Kabupaten Bangka Tengah, merupakan salah satu kabupaten dengan penemuan kasus TBC yang cukup banyak dan telah ditemukan di semua kecamatan. Selain itu, Kabupaten Bangka Tengah juga dihadapi dengan tantangan kasus TBC Resisten Obat (RO) atau kebal obat atau biasa disebut TB MDR. Pada tahun 2026, telah ditemukan 5 kasus TBC RO dan sedang menjalani pengobatan.
"Beberapa kendala yang ditemui di masyarakat antara lain masih rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang TBC sehingga berimbas pada rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan TBC. Selain itu, adanya pasien-pasien TBC yang berhenti minum obat serta banyaknya penolakan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) pada keluarga atau kontak erat pasien TBC sehingga menyebabkan peningkatan penularan di masyarakat, " ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Sekda juga menyampaikan bahwa penanganan TBC bukan hanya menjadi tugas sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Tantangan TBC termasuk kasus resisten obat dan stigma di masyarakat, membutuhkan kolaborasi nyata dari berbagai pihak dalam menangani berbagai permasalahan yang ditemui di masyarakat dengan cara mengambil peran masing-masing sektor terkait.
Melalui forum ini, Sekda mengajak untuk menggalakkan gerakan TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh). Perlunya memastikan pencegahan, penemuan kasus, hingga pengobatan sampai dengan tuntas berjalan dengan baik di lingkungan tempat tinggal hingga tempat kerja.
“Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai langkah strategis untuk menyamakan visi, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mencapai target eliminasi TBC. Bersama-sama kita wujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penularan TBC, " ajaknya.
Diakhir sambutannya, Sekda mengharapkan peran aktif semua pihak dalam mengikuti rapat koordinasi ini agar dapat menciptakan hasil yang optimal untuk meningkatkan kinerja program TBC di masa yang akan datang.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Ristin
Editor: Kumala Sari Dewi
Fotografer: Raditya SS



2.jpg)







LEAVE A REPLY