Home Daerah Tradisi Sembahyang Rebut di Bateng, Algafry: Khazanah Budaya yang Harus Dihargai

Tradisi Sembahyang Rebut di Bateng, Algafry: Khazanah Budaya yang Harus Dihargai

387
0
SHARE
Tradisi Sembahyang Rebut di Bateng, Algafry: Khazanah Budaya yang Harus Dihargai

PANGKALAN BARU – Sebagai bentuk dukungan untuk melestarikan tradisi masyarakat keturunan Tionghoa, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengunjungi masyarakat yang melaksanakan acara Sembahyang Rebut di beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Baru, Kamis (11/08/2022) malam.

Sembahyang Rebut atau Chit Ngiat Pan merupakan salah satu perayaan hari besar masyarakat keturunan Tionghoa di Bangka Belitung. Sembahyang Rebut ini biasanya diperingati setiap tanggal 15 di bulan ke-7 pada penanggalan kalender Imlek. Untuk tahun ini, perayaan akan dilangsungkan selama 2 hari dari tanggal 11-12 Agustus 2022.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyempatkan hadir untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Baru yang merayakan tradisi ini. Beberapa tempat yang dikunjungi Algafry antara lain Kelenteng Setia Budi Desa Jeruk, Kelenteng Amal Bhakti Desa Benteng, Kelenteng Darma Sakti Desa Padang Baru, dan Kelenteng Shangyang Bakti di Desa Kayu Besi.

Di sela acara, Algafry menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan momen bagi masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya sesuai kepercayaan masing-masing.

"Tradisi ini adalah bentuk rasa cinta masyarakat Tionghoa akan kepercayaannya, leluhurnya, sehingga mereka lebih dekat pula dengan Tuhannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap tradisi ini sebagai salah satu khazanah budaya di wilayah Bangka Tengah yang harus dihargai.

"Kami selaku Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah selalu mendukung kegiatan ini sebagai tradisi budaya yang ada di masyarakat agar dapat berjalan dengan aman, tertib, dan terlindungi," jelasnya.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat keturunan tionghoa, Ce Aini, sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemkab Bangka Tengah terhadap tradisi budaya Sembahyang Rebut ini.

"Ini merupakan salah satu budaya etnis Tionghoa dan kami sangat bersyukur, Bapak Bupati sudah mengunjungi kami dan berkeliling sejak tadi untuk memberikan dukungan terhadap tradisi budaya ini. Di sini kita saling menghargai keyakinan dan kepercayaan masing-masing supaya kita semua dapat hidup berdampingan dengan damai," ungkap Ce Aini.

Turut hadir mendampingi Bupati Bangka Tengah dalam kegiatan tersebut, Camat Pangkalan Baru, Kapolsek Pangkalan Baru, dan para Kepala Desa terkait. *Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

Penulis: Yudi Rispandy

Editor: Asti Pradiajayanti

Fotografer: Prayogi J