Home Berita Instansi dan Kementerian Waspada PMK, Kenali dan Laporkan Jika Ada Indikasi Ternak Sakit!

Waspada PMK, Kenali dan Laporkan Jika Ada Indikasi Ternak Sakit!

743
0
SHARE
Waspada PMK, Kenali dan Laporkan Jika Ada Indikasi Ternak Sakit!

Pangkalan Baru - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah menggelar sosialisasi komunikasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang pengendalian Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bertempat di Kantor Lurah Dul, Kamis (19/05/2022).

Sebagaimana diketahui wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah terjadi di Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur yang tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 06005/PK.310/F/05/2022 tentang Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku.

Hal ini menindaklanjuti juga Surat Kepala Pusat Veteriner Farma Nomor: 09012/PK.310/F4.H/05/2022 tentang hasil uji sampel suspect PMK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan hasil positif untuk ketiga sampel dari Bangka Tengah.

Pengawas Mutu Pakan Ternak Ahli Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gusva Yeti, mengatakan sejak tahun 1990 Indonesia dinyatakan telah bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PKM) hewan ternak oleh WHO (World Health Organization).

"Menjelang Ramadhan kemarin terdapat kasus PMK di Jawa Timur dan sudah menyebar ke beberapa wilayah lain di Indonesia. Dan mengingat hari raya kurban tak lama lagi yang hampir 90% hewan kurban kita didatangkan dari sana," kata Gusva.

Lanjutnya, langkah ini pun diambil Pemkab Bateng untuk mengendalikan PMK yakni dengan mengedukasi melalui sosialisasi mulai dari pengenalan, penularan sampai penanggulangan penyakit itu sendiri.

"Yang kita khawatirkan jika hewan ternak ini terindikasi sakit, maka batasi dulu lalu lintas ternak karena penularannya bisa melalui kontak langsung, tidak langsung dan melalui udara, guna menghentikan penyebaran virusnya," terang Gusva.

Harapnya, dikatakan Gusva, jangan sampai ada kejadian diam-diam. Segera laporkan dokter hewan setempat jika curiga terindikasi sakit, untuk memeriksa dan melakukan penanganan memastikan hewan tersebut sakit atau tidak. Jangan acuh dan malah menjualnya dalam keadaan sakit.

Sementara itu, drh. Nanang F dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah dalam kesempatan itu menerangkan, PMK merupakan penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan oleh virus RNA.

Dikatakannya, penyakit ini menular dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi.

"Hewan ternak yang terindikasi PMK ditandai dengan adanya gejala demam tinggi (39-41 derajat celcius), ternak tidak nafsu makan, keluar air liur berlebih (hipersalivasi) dan keluar ingus. Sebagian ada luka pada lidah dan rongga mulut, luka pada kaki dan kuku serta nampak pincang," jelasnya seraya mengajak melaporkan jika ada indikasi hewan ternak mengalami gejala klinis tersebut.

Lebih lanjut, langkah yang bisa dilakukan pemilik ternak diantaranya, memantau serta melaporkan kepada petugas kesehatan jika ada hewan ternak yang sakit, dilarang membeli/ memasukkan hewan ternak area dalam maupun luar Kabupaten Bangka Tengah, mengontrol akses masyarakat terhadap ternak dan peralatan, disinfeksi kandang secara rutin minimal 2 kali sehari dan memberikan suplemen (jamu tradisional/herbal) serta vitamin kepada ternak untuk daya tahan tubuh.

"Adapun secara teknis dalam kesiapsiagaan pelaksanaan kurban dalam rangka hari raya Idul Adha terkait PKM ini, harus memperhatikan persyaratan lalu lintas hewan yang akan digunakan yakni stok hewan kurban harus memiliki riwayat kesehatan yang jelas, memprioritaskan pengiriman hewan dari daerah bebas, daerah terduga, daerah tertular,” ujarnya.

Perlu ditekankan juga, menurut Nanang, tempat penjualan hewan kurban dilakukan ditempat yang telah mendapatkan persetujuan dari otoritas daerah, memenuhi persayaratan tempat penjualan hewan kurban, tersedia fasilitas dan bahan untuk pembersihan serta disinfeksi kendaraan, peralatan, hewan, limbah dan orang. Terakhir tersedia tempat khusus terpisah untuk hewan yang diduga PMK atau sakit.

Dihadiri Lurah Kampung Dul, Perwakilan Polres Kecamatan Pangkalan Baru, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pangkalan Baru, Peternak dan Pelaku Usaha Ternak se-Kecamatan Pangkalan Baru, Panitia Kurban masjid se-Kecamatan Pangkalan Baru.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah

Penulis: Karina Ningsih

Editor: Kumala Sari Dewi

Fotografer: Dodi Firmansyah